 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
| Info Perilaku |
Mengapa Kita Kehilangan Daya Ingat Jangka Pendek
"Lupa lagi, lupa lagi. Bagaimana sich aku ini.". Mungkin kalimat itu cukup
sering anda dengar dan biasanya akan diteruskan dengan ucapan "Yach, maklumlah sudah
tua". Daya ingat memang semakin menurun dengan bertambahnya usia anda. Tetapi dimana
sebenarnya sumber persoalan tersebut berada ?
Kini, para peneliti beranggapan hilangnya daya ingat jangka pendek atau daya ingat kerja
akibat usia ini berasal dari menurunnya efisiensi di bagian tertentu dalam otak. Kita
menggunakan daya ingat kerja setiap saat dalam hidup kita. Misalnya, kalau orang
mengatakan kepada anda nomor telepon, itu disimpan dalam daya ingat kerja anda sampai anda
temukan sebuah pena dan kertas.
Para ilmuwan telah lama tahu bahwa daya ingat kerja terletak di daerah otak yang disebut
korteks prefrontal dorsolateral. Dengan menggunakan metode pencitraan otak yang disebut
pencitraan fungsi resonansi magnetis yang berkaitan dengan kejadian atau disingkat fMRI
(functional Magnetic Resonance Imaging), para peneliti di University of California di
Berkeley mengatakan kurang efisiennya mendapat kembali ingatan pada daerah otak inilah
yang mengakibatkan penurunan pada daya ingat kerja yang diakibatkan usia.
Penulis studi senior Dr. Mark DEsposito dan rekannya Bart Rypma membandingkan enam
orang dewasa, yang berusia rata-rata 25 tahun dengan 6 orang dewasa yang berusia rata-rata
68,8 tahun. Mereka memperlihatkan kepada setiap orang serangkaian huruf berjumlah dua atau
enam huruf selama empat detik, menunggu 12 detik dan kemudian menunjukkan kembali kepada
mereka satu huruf.
Ketika MRI melakukan pindai terhadap kegiatan otak mereka, peserta harus menekan tombol
untuk menunjukkan apakah satu huruf tersebut telah muncul dalam rangkaian huruf
sebelumnya. Dalam bagian kedua eksperimen itu, kemampuan mengingat dites dengan
menggunakan benda-benda di atas sebuah kisi berukuran 3 X 3.
Setiap kelompok menjawab dengan tepat, tetapi dengan waktu yang berlainan. Pada orang
dewasa yang masih muda, semakin baik dan semakin cepat mereka mengingat kembali informasi
tersebut, semakin sedikit aktivitas lobus frontal otak yang mereka alami, kata
DEsposito. "Anda tidak perlu mengaktifkan banyak bagian otak kalau anda cepat
dan efisien."
"Pada orang yang lebih tua, (kami menemukan) yang sebaliknya. Pada orang tua, semakin
cepat mereka, semakin banyak aktivitas lobus frontal yang mereka alami. Hal itu sedikit
kurang intuitif," katanya.
Sebuah teori mengatakan bahwa dengan menggunakan kedua daerah otak, bagian yang rendah
maupun yang tinggi untuk melaksanakan tugas yang lebih rendah tingkatannya, orang dewasa
yang lebih tua mungkin mengkompromi kemampuan mereka untuk menggunakan daerah otak yang
lebih tinggi untuk tugas yang lebih rumit, kata Cheryl Grady, staf ilmuwan senior di
Baycrest Centre for Geriatic Care di Toronto.
Para peneliti Berkeley ini juga menemukan orang dewasa yang lebih tua mengalami kesulitan
yang lebih besar dengan tes yang berisikan enam huruf. Perbedaan yang terlihat hanya
seperbeberapa ratus detik, tetapi masih cukup besar dalam hal fungsi otak, kata
DEsposito.
"Ini dapat terjadi karena perubahan dalam cara bagaimana orang tua mengimbangi
kesulitan daya ingatnya atau suatu perubahan saraf otak yang terjadi dengan proses penuaan
normal," katanya. Pengaruh jenis kelamin tidak dapat ditentukan, karena tidak cukup
orang dalam studi tersebut, kata para peneliti ini. DEsposito mengatakan temuan ini
mungkin akan membantu mengarahkan riset pada obat baru atau terapi perilaku bagi pasien
yang mempunyai masalah daya ingat.
|
|
 |
 |
|
 |
|
 |
 |
 |
 |
Situs Kesehatan Seksual Cara Melakukan Seks Yang Aman 02/21/09
|
|