LANGSING

Payudara Besar Cara Memperbesar Payudara

PERBESAR

Payudara Kencang Mengencangkan Payudara

KENCANG

Mengatasi Frigiditas dan Kesulitan Orgasme

FRIGIDITAS

Cara Mengobati Ejakulasi Dini dengan Hipnoterapi

EJAKULASI

Mengobati Impotensi Tanpa Obat Kuat

IMPOTENSI

CARA MENGHIPNOTIS CEWEK

 

 

 

 

 

Sendiri Saja

 

Saya cewek Aries, hobinya masak, jahit dan baca buku. Terima kasih untuk semua saran, usul, kecaman dan tanggapan lain yang sudah dikirimkan ke mail-box saya, semua dipertimbangkan disaat sempat. Dibawah ini adalah cerita solo saya untuk mereka yang minta. Tentang berapa seringnya saya masturbasi, tidak bisa dijawab dengan angka, karena tergantung siklus menstruasi saya juga. Saat-saat yang saya rasa paling tinggi hornynya adalah kira-kira satu dua minggu sebelum datang bulan, dan sesudah itu biasanya nafsu makan (dan seks) berkurang drastis, meskipun tidak menutup kemungkinan dikerjai pacar saya, yang nafsunya punya moto dimana saja, kapan saja. Paling enak kalau saat punya waktu banyak, misalnya pas akhir minggu. Saya suka sekali rileks dan menikmati diri saya sendiri. Pertama saya mandi dulu. Saya lepas baju saya satu persatu sebelum masuk ke kamar mandi.

Dan di kamar mandi saya ada kaca yang besar sekali, sehingga saya bisa lihat tubuh telanjang di kaca. Rambut saya yang panjang saya sanggul ke atas, dijepit biar tidak jatuh. Satu dua ikal kadang-kadang jatuh di samping wajah, dan saya biarkan saja karena terlihat manis. Lalu sambil mandi, kupakai sarung tangan dari bahan yang agak kasar, seperti bahan handuk yang gunanya untuk menggosok badan sewaktu mandi. Dengan itu di tangan kiri dan sabun di tangan kanan, mula-mula leher, lalu turun ke bawah. Saya paling memusatkan rangsangan di daerah buah dada. Saya pegang buah dada saya bergantian dengan sarung tangan, sementara tangan yang memegang sabun mengoles-oles sabun licin itu melingkar di seputar puting susu saya yang sudah menegang karena saya telanjang dan basah. Di kaca saya lihat bayangan saya sendiri, sambil kadang saya mengigit bibir. Habis buah dada yang kiri, saya kerjai juga yang kanan. Rasanya enak sekali dipijat-pijat dengan sarung tangan yang kasar itu.

Sesekali saya usapkan juga ke puting susu saya, aduh rasa kain yang kasar itu menggaruk puting susu saya yang sudah sensitif sekali. Kadang-kadang cowok saya yang menyabuni, menggosok dan merangsang saya kalau kami mandi bareng, tapi kalau aku sendiri, rasa sensitif di toket saya ditambah membayangkan kalau dia ada disana juga, membuat saya makin terangsang. Lalu saya sabuni dan saya gosok juga sekujur tubuh saya, saya cuci bersih-bersih dengan sabun daerah kemaluan dan pantat saya, tapi saya tidak memainkannya di saat mandi. Handuk saya suka yang besar, tebal dan lembut. Dengan hati-hati saya lap seluruh tubuh saya. Tak lupa menggosok-gosokkan handuk itu didada saya juga, karena puting susu yang sudah saya gosok-gosok dengan kain kasar itu tambah sensitif kalau saya usap pelan-pelan dengan handuk yang halus. Lalu saya taburi bedak wangi ke seluruh tubuh saya.

Di kamar, pintu sudah dikunci. Ranjang besar penuh dengan bantal berbagai ukuran. Saya mengambil body lotion, lalu mengurutkannya ke seluruh tubuh, sekali lagi saya fokuskan usapan dan urutan saya di bagian dada. Pada saat ini saya lihat di kaca, dan saya rasakan juga, kedua buah dada saya seakan membengkak, sensitif, dan rasanya berat sekali. Saya angkat dan saya lepaskan, kadang sambil diurut saya tirukan gerakan yang sering dilakukan cowok saya, yaitu mencubit-cubit dan menarik puting susu saya sehingga makin menonjol, dan saya senggol-senggol juga hingga bergerak ke kiri kanan. Perut juga adalah daerah nikmat tubuh saya, saya senang sekali kalau cowok saya mengusap-usap perut saya dengan tangannya yang besar dan hangat. Jadi acara urut lotion termasuk daerah perut juga buat saya. Lalu saya berbaring dengan tumpukan bantal di punggung saya. Biasanya cowok saya yang dadanya menyangga punggung saya, sementara saya berbaring diantara kedua pahanya.

Saya berbaring menghadap cermin besar. Saya suka sekali cermin, karena rasanya makin nakal dan erotis kalau menonton ekspresi saya sendiri selagi masturbasi, atau selagi dientot. Pelan-pelan saya buka kedua paha saya, jembut saya rimbun sekali tapi tak terlalu banyak. Saya mulai dengan mengusap daerah sekitar memek saya. Saya elus rambut-rambut disana. Saya buka dan saya tonton memek saya itu di kaca. Warnanya pink dengan dalaman yang lebih merah, dan dikelilingin rambut hitam, indah sekali bentuknya. Saya lihat biasanya setelah merangsang kedua toket saya, memek saya sudah mulai mengkilat basah. Saya masukkan jari saya, kira-kira dua ruas saja. Saya tidak suka menusuk-nusuk dengan jari, karena agak sakit. Saya masukkan jari hanya untuk memancing cairan memek keluar. Saya jilat sedikit, rasanya asin tapi tidak bau. Lalu saya ambil lagi, dan sambil memegangi toket saya, saya olesi cairan itu ke puting susu saya, dibasahi cairan memek dan saya tiup-tiup. Lalu puting susu saya yang satu lagi juga saya olesi. Lalu di belakang telinga saya. Bau wangi sabun, bedak, lotion ditambah bau seks saya sendiri amat merangsang bagi saya. Lalu dengan membayangkan cowok saya yang ngerjain saya, saya tekan klit saya dari atas.

Dengan jari tengah, saya tekan kebawah sedikit, lalu jari itu saya getarkan ke kiri dan ke kanan tanpa memindahkan letaknya. Sambil menonton bayangan saya sendiri, saya kerjai terus klit saya, kadang saya menutup mata dan mengerang. Saya tidak mau orgasme cepat-cepat, jadi kadang saya hentikan manipulasi klit, dan saya usap-usap lagi memek saya. Kadang saya mengubah pose saya, menungging, menggigit bibir, mengangkat pinggul saya, saya bayangkan pose-pose yang sering saya lakukan bersama cowok saya, dan pose-pose kalau kita memakai bantal, diganjal di bawah pinggul, atau diganjal di bawah perut, atau pakai bantal besar dipunggung sehingga toket saya tambah mencuat ke atas.. Lalu saya mulai lagi mengusap klit saya. Kalau sudah tak tahan, saya menggosoknya makin cepat, makin cepat. Lalu karena tak tahan rangsangannya kalau berbaring, saya biasanya sampai berlutut di ranjang sambil terus menggosok sampai saya orgasme.

Ekspresi saya waktu orgasme sungguh erotis, pipi saya sudah memerah, nafas memburu, mata setengah terpejam dan mulut terbuka sambil mendesah. Lalu saya lemas, memandangi cairan memek saya yang sudah basah dan banjir. Biasanya saya lap dengan tissue, dan saya berbaring sebentar, karena sebagaimana biasanya habis ngentot atau masturbasi seindiri, kaki saya biasanya bergetar dan agak lemas. Orgasme? Cukup sekali saja kalau nikmat. Demikianlah cerita saya sendiri. Untuk yang masih penasaran, saya tidak pakai macam-macam alat, apalagi buah atau sayuran, karena saya hobi masak jadi rasanya mubazir kalau main pakai bahan pangan. Tentu lebih nikmat kalau cowok saya yang menggosok-gosok, tapi biasanya dia malah langsung nancap saja (yang juga enak)

ke awal

 

 

 DOWNLOAD E-BOOK GRATIS

Cerita Seks Khusus Dewasa - Cantik Seksi Indonesia - INDEX

1