Sendiri Saja
Saya cewek Aries, hobinya masak, jahit dan baca
buku. Terima kasih untuk semua saran, usul, kecaman dan tanggapan lain
yang sudah dikirimkan ke mail-box saya, semua dipertimbangkan disaat
sempat. Dibawah ini adalah cerita solo saya untuk mereka yang minta.
Tentang berapa seringnya saya masturbasi, tidak bisa dijawab dengan angka,
karena tergantung siklus menstruasi saya juga. Saat-saat yang saya rasa
paling tinggi hornynya adalah kira-kira satu dua minggu sebelum datang
bulan, dan sesudah itu biasanya nafsu makan (dan seks) berkurang drastis,
meskipun tidak menutup kemungkinan dikerjai pacar saya, yang nafsunya
punya moto dimana saja, kapan saja. Paling enak kalau saat punya waktu
banyak, misalnya pas akhir minggu. Saya suka sekali rileks dan menikmati
diri saya sendiri. Pertama saya mandi dulu. Saya lepas baju saya satu
persatu sebelum masuk ke kamar mandi.
Dan di kamar mandi saya ada kaca yang besar
sekali, sehingga saya bisa lihat tubuh telanjang di kaca. Rambut saya yang
panjang saya sanggul ke atas, dijepit biar tidak jatuh. Satu dua ikal
kadang-kadang jatuh di samping wajah, dan saya biarkan saja karena
terlihat manis. Lalu sambil mandi, kupakai sarung tangan dari bahan yang
agak kasar, seperti bahan handuk yang gunanya untuk menggosok badan
sewaktu mandi. Dengan itu di tangan kiri dan sabun di tangan kanan,
mula-mula leher, lalu turun ke bawah. Saya paling memusatkan rangsangan di
daerah buah dada. Saya pegang buah dada saya bergantian dengan sarung
tangan, sementara tangan yang memegang sabun mengoles-oles sabun licin itu
melingkar di seputar puting susu saya yang sudah menegang karena saya
telanjang dan basah. Di kaca saya lihat bayangan saya sendiri, sambil
kadang saya mengigit bibir. Habis buah dada yang kiri, saya kerjai juga
yang kanan. Rasanya enak sekali dipijat-pijat dengan sarung tangan yang
kasar itu.
Sesekali saya usapkan juga ke puting susu saya,
aduh rasa kain yang kasar itu menggaruk puting susu saya yang sudah
sensitif sekali. Kadang-kadang cowok saya yang menyabuni, menggosok dan
merangsang saya kalau kami mandi bareng, tapi kalau aku sendiri, rasa
sensitif di toket saya ditambah membayangkan kalau dia ada disana juga,
membuat saya makin terangsang. Lalu saya sabuni dan saya gosok juga
sekujur tubuh saya, saya cuci bersih-bersih dengan sabun daerah kemaluan
dan pantat saya, tapi saya tidak memainkannya di saat mandi. Handuk saya
suka yang besar, tebal dan lembut. Dengan hati-hati saya lap seluruh tubuh
saya. Tak lupa menggosok-gosokkan handuk itu didada saya juga, karena
puting susu yang sudah saya gosok-gosok dengan kain kasar itu tambah
sensitif kalau saya usap pelan-pelan dengan handuk yang halus. Lalu saya
taburi bedak wangi ke seluruh tubuh saya.
Di kamar, pintu sudah dikunci. Ranjang besar
penuh dengan bantal berbagai ukuran. Saya mengambil body lotion, lalu
mengurutkannya ke seluruh tubuh, sekali lagi saya fokuskan usapan dan
urutan saya di bagian dada. Pada saat ini saya lihat di kaca, dan saya
rasakan juga, kedua buah dada saya seakan membengkak, sensitif, dan
rasanya berat sekali. Saya angkat dan saya lepaskan, kadang sambil diurut
saya tirukan gerakan yang sering dilakukan cowok saya, yaitu
mencubit-cubit dan menarik puting susu saya sehingga makin menonjol, dan
saya senggol-senggol juga hingga bergerak ke kiri kanan. Perut juga adalah
daerah nikmat tubuh saya, saya senang sekali kalau cowok saya
mengusap-usap perut saya dengan tangannya yang besar dan hangat. Jadi
acara urut lotion termasuk daerah perut juga buat saya. Lalu saya
berbaring dengan tumpukan bantal di punggung saya. Biasanya cowok saya
yang dadanya menyangga punggung saya, sementara saya berbaring diantara
kedua pahanya.
Saya berbaring menghadap cermin besar. Saya
suka sekali cermin, karena rasanya makin nakal dan erotis kalau menonton
ekspresi saya sendiri selagi masturbasi, atau selagi dientot. Pelan-pelan
saya buka kedua paha saya, jembut saya rimbun sekali tapi tak terlalu
banyak. Saya mulai dengan mengusap daerah sekitar memek saya. Saya elus
rambut-rambut disana. Saya buka dan saya tonton memek saya itu di kaca.
Warnanya pink dengan dalaman yang lebih merah, dan dikelilingin rambut
hitam, indah sekali bentuknya. Saya lihat biasanya setelah merangsang
kedua toket saya, memek saya sudah mulai mengkilat basah. Saya masukkan
jari saya, kira-kira dua ruas saja. Saya tidak suka menusuk-nusuk dengan
jari, karena agak sakit. Saya masukkan jari hanya untuk memancing cairan
memek keluar. Saya jilat sedikit, rasanya asin tapi tidak bau. Lalu saya
ambil lagi, dan sambil memegangi toket saya, saya olesi cairan itu ke
puting susu saya, dibasahi cairan memek dan saya tiup-tiup. Lalu puting
susu saya yang satu lagi juga saya olesi. Lalu di belakang telinga saya.
Bau wangi sabun, bedak, lotion ditambah bau seks saya sendiri amat
merangsang bagi saya. Lalu dengan membayangkan cowok saya yang ngerjain
saya, saya tekan klit saya dari atas.
Dengan jari tengah, saya tekan kebawah sedikit,
lalu jari itu saya getarkan ke kiri dan ke kanan tanpa memindahkan
letaknya. Sambil menonton bayangan saya sendiri, saya kerjai terus klit
saya, kadang saya menutup mata dan mengerang. Saya tidak mau orgasme
cepat-cepat, jadi kadang saya hentikan manipulasi klit, dan saya usap-usap
lagi memek saya. Kadang saya mengubah pose saya, menungging, menggigit
bibir, mengangkat pinggul saya, saya bayangkan pose-pose yang sering saya
lakukan bersama cowok saya, dan pose-pose kalau kita memakai bantal,
diganjal di bawah pinggul, atau diganjal di bawah perut, atau pakai bantal
besar dipunggung sehingga toket saya tambah mencuat ke atas.. Lalu saya
mulai lagi mengusap klit saya. Kalau sudah tak tahan, saya menggosoknya
makin cepat, makin cepat. Lalu karena tak tahan rangsangannya kalau
berbaring, saya biasanya sampai berlutut di ranjang sambil terus menggosok
sampai saya orgasme.
Ekspresi saya waktu orgasme sungguh erotis,
pipi saya sudah memerah, nafas memburu, mata setengah terpejam dan mulut
terbuka sambil mendesah. Lalu saya lemas, memandangi cairan memek saya
yang sudah basah dan banjir. Biasanya saya lap dengan tissue, dan saya
berbaring sebentar, karena sebagaimana biasanya habis ngentot atau
masturbasi seindiri, kaki saya biasanya bergetar dan agak lemas. Orgasme?
Cukup sekali saja kalau nikmat. Demikianlah cerita saya sendiri. Untuk
yang masih penasaran, saya tidak pakai macam-macam alat, apalagi buah atau
sayuran, karena saya hobi masak jadi rasanya mubazir kalau main pakai
bahan pangan. Tentu lebih nikmat kalau cowok saya yang menggosok-gosok,
tapi biasanya dia malah langsung nancap saja (yang juga
enak)