Sekretarisku
Kejadian ini bermula pada
saat saya menjabat sebagai ketua panitia untuk sebuah kegiatan dikampus.
Awalnya saya tidak mau menjadi ketua, tapi karena bujukan teman-teman
akhirnya saya terima tugas tersebut. Dan rupanya hal tersebut tidak
sia-sia, sebab pada saat pembetukan panitia teman-teman saya menunjuk Ayu
menjadi sekretaris, alasannya sih karena dia termasuk rapi dalam urusan
surat-menyurat dan pengarsipan selain itu Si Ayu punya banyak kenalan
diperusahaan, jadi biar enak kalau nanti mengajukan proposal. Saya sih
setuju-setuju saja, apalagi saya memang suka sama dia, tapi cuma sebatas
suka melihat dan ngobrol aja. Soalnya Si Ayu ini selain cantik ( kalau
boleh digambarkan, dia tuh tingginya 163 dan proporsional, kulitnya putih,
bodinya cukup menggiurkan )juga oke wawasannya makanya enak banget kalau
diajak ngobrol. Akhirnya setelah panitia terbentuk, kamipun mulai
membagi-bagi tugas.
Setelah diperoleh garis besar tugas
masing-masing, rapat ditutup dulu untuk berkumpul dua hari lagi. Saya pun
pulang kekontrakan, mandi terus langsung cabut makan malam bareng teman
satu kontrakan ( Saya ngontrak satu rumah berempat ). Begitu kelar makan
saya misah, teman saya katanya mau nonton dibioskop, tadinya saya mau ikut
berhubung capek akhirnya saya ditinggal. Pas lagi jalan, saya ketemu sama
Ayu. Kita ngobrol dulu dipingir jalan ngebahas rapat tadi siang. Akhirnya
saya bilang sama dia "Yu, daripada ngobrol begini aja enggak ada hasilnya
mendingan kamu ketempat saya aja. Jadi kalau ada ide bisa langsung
dicatat, gimana ?" " Boleh deh, kebetulan saya lagi nganggur malam ini.",
kata Ayu. Akhirnya jadilah saya sama cewek cantik ini kekontrakan.
Sepanjang jalan saya mulai berpikir, "Wih bakalan asyik nich berduaan sama
cewek cakep, jadi kayak pacaran". Tapi saat itu pikiran saya enggak
terlalu ngeseks, paling ngarepin bisa nyium dia aja. Itu juga enggak tau
gimana caranya biar bisa kejadian. Begitu sampai saya langsung aja ngajak
dia kekamar saya, kebetulan kamar saya ada dilantai atas. "Kenapa enggak
disini aja ?" tanya Ayu dengan wajah bingung.
Kaget juga saya atas pertanyaannya itu,
"Enggak enak gelap, ( memang ruang tengah itu remang-remang, soalnya cuma
dipake ngobrol-ngobrol aja ) lagian semua catatannya ada dikamar
saya."jawabku berusaha menjelaskan. "Oooh, oke deh kalau begitu." kata
Ayu. Setelah masuk kekamar, Ayu langsung duduk dikasurku yang kugelar
dilantai, enggak ada dipannya biar lebih praktis aja. kemudian akupun
mulai mengeluarkan beberapa catatan hasil pertemuan tadi siang dan
mulailah kami membahasnya. Setelah cukup lama, kami pun mulai santai,
soalnya tadi sempat ngotot-ngototan. "Aku ambil minum dulu ya. ",kataku.
Begitu aku kembali kulihat Ayu sedang memperhatikan isi kamarku. " Rapi
juga ya kamar kamu, untuk ukuran cowok.",katanya memuji. Aku cuma
tersenyum, " Biar betah", jawabku. " Siapa ?", tanya Ayu. " Aku dong,
terutama kalau sedang ngajak cewek.",kataku mulai menggoda. " Emang udah
pernah ada cewek yang kamu ajak kesini ?",tanyanya lagi. " Kebetulan kamu
yang pertama.", jawabku yang ditanggapi dengan senyumannya yang manis.
"Ngomong-ngomong temen-temen kamu pada kemana, kok sepi bener ?" "Tadi sih
ngomongnya mau nonton, tau nih belum pada pulang ngelayap dulu kali." "Kok
enggak ikut ?" "Kalau aku ikut, bakalan rugi dong." "Maksudnya ?" "Iya,
kehilangan kesempatan ketemu kamu dan bisa berduaan disini."jawabku
merayu. Lagi-lagi dia cuma tersenyum. " Bisa aja, emang apa untungnya bisa
ketemu sama aku ?" "Aaada aja!", kataku.
Kemudian kuhampiri radio dikamarku dan memutar
kaset yang isinya lagu-lagu slow yang biasa kupasang buat nemenin tidur.
Lagi asyik-asyiknya aku ngeliat cover kaset, Ayu tau-tau udah berdiri
disampingku. "Banyak juga ya kaset kamu. Ada lagu apa aja?" katanya sambil
mulai mengacak kumpulan kaset yang ada. Saat itu aku masih terbius, karena
dia berdiri dekat sekali denganku sehingga sejenak bisa kucium aroma wangi
dari tubuhnya, enggak tau parfum atau bedak yang jelas aku mulai enggak
konsen. Memang aku paling suka sama cewek yang wangi kesannya bener-bener
eksotis. "Eh, bengong. Mikirin apaan?",tiba-tiba Ayu membuyarkan
lamunanku. "Enggak, aku cuma sedang coba menebak kamu parfum apa."
"Kenapa, mau beliin?" "Siapa tau, kalau ada duit." "Dasar. Wah kamu punya
kasetnya Celine Dion ya ? Enggak nyangka cowok-cowok suka juga sama lagu
begini!" "Iya dong, diluar boleh sangar tapi didalam lembut man kayak
adonan" "Huuuu, tapi boleh aku pinjam kasetnya ?".
Pada saat itulah timbul ide dikepalaku "Jangan,
kaset ini spesial buat nemenin aku tidur."jawabku memulai strategi.
"Pelit, pinjam dooong. Sehariiiiiii aja please."Ayu mulai merayu. "Waduh
gimana dong, kalau enggak dengerin kaset ini aku susah tidur."kataku.
"Bodo' ah, pokoknya aku pinjam dan besok aku kembaliin."jawab Ayu sambil
berusaha menyembunyikan kaset itu dibalik punggungnya. Ini dia kesempatan
yang ditunggu kataku membatin. "Kalau yang lain aja, jangan yang itu."aku
mulai mendekatinya dan berusah merebut kaset ditangannya. Dia mengelak dan
berusaha menjauhkan dirinya, tentu saja aku mengejarnya, sampai akhirnya
dia terpojok didekat lemari. Akupun merentangkan kedua tanganku diantara
tembok dan lemari supaya dia tidak bisa lolos lagi. "Hayoo, mau kemana
lagi ?" "Ya ampun, masa cuma mau pinjam kaset aja susah bener sih."katanya
sambil memasang wajah memelas. "Tuch, sampai kayak mau nangkap maling,
pake dihalang-halangin tangan" "Bukannya pelit, tadikan aku sudah bilang.
Aku enggak bisa tidur kalau enggak dengerin kaset ini." "Masa gara-gara
kaset enggak bisa tidur, bo'ong banget deh." "Sebenarnya aada cara lain,
tapi kamu mau enggak ?" "Apa ? Aku mesti nyanyi lagu nina bobo dulu?"
"Ha..ha..ha..,bukan itu. Mau tau ? Kamu mesti nyium aku, gimana?" "Idih
apa hubungannya enggak bisa tidur sama nyium kamu ?" "Jelas ada, kalau aku
nyium kamu nanti jadi bisa ngayal dan mimpi indah ."jawabku asal sambil
mulai mendekatkan kepalaku ke wajahnya, saat itu aku bisa merasakan
hembusan nafasnya tepat mengenai daguku.
Sesaat kami hanya saling memandang, dan
tanganku mulai turun memegang pundaknya dan menariknya lebih dekat
ketubuhku. Sementara Ayu hanya diam saja dan aku pun mulai memeluk
pinggangnya dan mulutku mulai mencium keningnya. Karena tidak ada
perlawanan, akupun semakin berani. Aku semakin merapatkan tubuhku sehingga
bisa kurasakan buah dada Ayu yang berukuran sedang itu mulai menekan
dadaku sedangkan mulutku ( lidah maksudnya ) mulai menyapu bibirnya. Ayu
mulai bereaksi dengan sedikit membuka mulutnya sehingga lidahku bisa
menerobos masuk dan mulai menyapu bagian dalam mulutnya. Sungguh
mengasyikan, bibirnya yang lembut mulai kulumat dan sesekali kugigit
pelan. Ayu sendiri tampaknya sudah mulai mengikuti permainanku. Dia mulai
menggerakkan lidahnya dan menari dirongga mulutku.
Tangan kami pun mulai berpinadah posisi. Ayu
melingkarkan tangannya dileherku sementara tanganku turun kepantatnya.
Kudorong pantatnya kedepan sehingga merapat dan menekan penisku yang sudah
menegang sambil kuremas pantatnya yang padat berisi. Dan entah karena Ayu
sudah terangsang atau apa, aku merasa dia menggerak-gerakkan pinggulnya
sperti gerakan memutar sehingga penisku semakin tegang saja. Aku sih cuek
aja, ( malah asyik kan )tanganku mulai naik dan menyentuh buah dadanya
yang ranum. Sejenak jariku hanya bergerak menyusuri sekitar buah dadanya,
dari pangkal bawah terus perlahan naik ke putingnya dan disela ciuman itu
bisa kurasakan desahan dari mulut Ayu. Akhirnya akupun mulai memerah
payudara Ayu ( kayak sapi ) yang kanan dengan gerakan perlahan sedangkan
tangan kiriku mempermaikan putingnya yang sebelah kiri.
"Ahhhh....hmmmpphhhh......ssssshhhhhhshsss.....".lenguhan dari mulut Ayu
semakin nyata dan gerakan pinggulnya mulai tak teratur menahan desakan
birahi yang datang melanda. Tak puas menjamah payudaranya dari luar,
tanganku mulai menyusup kebalik baju kaosnya yang longgar.
Tanganku merasakan betapa halusnya kulit gadis
cantik ini, aku mulai meraba punggungnya, mengusapnya dan berusaha melepas
tali BH yang dikenakannya. Pada saat itulah tiba-tiba terdengar suara tawa
ramai dari arah bawah "Sial lagi nanggung gini, malah pada pulang tuch
bajingan-bajingan rese. kenapa enggak besok pagi aja sich baliknya"rutukku
dalam hati. Rupanya teman-temanku sudah kembali dari jalan-jalannya.
Terpaksa sambil buru-buru aku dan Ayu menyudahi permainan kami kulihat Ayu
tersipu malu. "Kamu ternyata bandel ya Vid. Tapi aku bolehkan pinjam
kasetnya, kan sekarang kamu udah bisa ngayal dan mimpi indah nanti." kata
Ayu sambil tersenyum menggoda. "Iya dehh, jangan lupa ya besok harusnya
sudah dikembalikan." . Ayu mengiyakan dan kami mulai meninggalkan kamar,
tapi sebelum sampai diluar aku masih sempat-sempatnya mencium Ayu sekali
lagi. "Biar lebih berasa", kataku. Ayu hanya tersenyum saat itulah
terdengar teriakan temanku memanggil. "Eh, sorry nich kita enggak tahu
kalau loe lagi ada temen. Jadi keganggu dong " kata temenku mengejek pada
saat dia melihat aku keluar sama Ayu. "Udah tau gitu kenapa enggak
ngelayap aja lagi dan pulangnya besok"jawabku sewot. "Makanya lain kali
bilang dong, jadinya kan kita enggak ngenggangguin.".
Aku tidak menggubris lagi ledekan dari mereka.
Kuantar Ayu sampai depan rumah karena dia enggak mau diantar. "Thank's
Vid. Aku pulang dulu. Besok kasetnya pasti aku kembalikan." Aku hanya
mengangguk dan menatap kepergian Ayu. Dalam hati aku merasa besok bakalan
lebih seru lagi nih.
Setelah kepulangan Ayu,
saya masuk dan harus menjawab pertanyaan teman-teman saya yang penasaran.
"Gila loe Vid, beduaan ama cewek cakep ngapain aja ?", sebenarnya itulah
inti pertanyaan mereka. Saya sih cuma bilang enggak ngapa-ngapain, hanya
sekedar ngobrol. Tentu saja itu tidak memuaskan mereka, tapi saya tidak
peduli. Saya langsung naik keatas, dan membayangkan kejadian barusan
sampai akhirnya saya tertidur. Keesokan harinya dikampus saya bertemu Ayu
dan mengobrol seperti biasa. "Vid, kayaknya entar malam aku enggak bisa
nganterin kaset kamu, soalnya ibu kost minta tolong aku buat jaga rumah."
"Emangnya pada mau kemana mereka?" "Katanya sih mau menjenguk saudara
mereka yang baru melahirkan." Kesempatan lagi nich, pikirku "Ya udah,
nanti malam aku ke tempat kamu deh." "Boleh, jam berapa ?" "Sekitar jam
tujuh ya." "Ya udah, aku tunggu loh. Sekarang aku masuk dulu ya, udah
telat soalnya. Bye"
Akhirnya jadilah aku janjian sama Ayu. Hari itu
waktu kayaknya pelan banget. Begitu jam setengah tujuh saya sudah
bersiap-siap layaknya orang mau ngapel. Mandi yang bersih, pake minyak
wangi segala. Setelah selesai melakukan persiapan, saya berangkat
kekostnya Ayu. Temanku sempat bertanya "Mau kemana, Vid. Rapi bener,
ngapel ya?". Tapi aku dengan cueknya berlalu meninggalkan temanku yang mau
tau itu. Pokoknya sekarang harus segera ketempat Ayu. Namun berhubung
laper maka dengan tergesa-gesa aku makan malam diwarung tenda yang
bertebaran disitu. Jam tujuh kurang sampailah aku dikostnya Ayu. Kuketuk
pintu kamarnya ( kamar kostnya memang terpisah dari rumah induk tapi
enggak terlalu jauh ). "Sebentar.",terdengar suara Ayu dari dalam tak lama
pintupun terbuka. Kulihat malam itu Ayu cantik sekali ( mungkin lebih
tepat kalau menggairahkan ) padahal dia cuma memakai baju kaos dan celana
pendek sebatas lutut. "Kamu Vid, masuk deh. Sebentar aku ambilin minum",
katanya sambil mengajakku masuk kedalam.
Akupun masuk dan memperhatikan seisi kamarnya,
tapi yang paling asyik adalah kamarnya yang harum ( kamar cewek begini
semua kali ya ), ini yang terus terang membuat pikiranku menerawang dan
mulai memikirkan yang enggak-enggak ( maksudnya lebih tak terkendali ).
"Diminum dulu Vid."suara Ayu menawarkan,"Oh iya kasetnya, sebentar ya aku
ambilkan."lanjutnya. Tak lama dia sudah menyerahkan kaset yang kemarin
dipinjamnya,"Kamu rapi-rapi begini, ada janji ?"katanya
menanyakan."Emangnya kenapa ?" "Maunya sih kamu temenin aku dulu sampai
ibu kost pulang ?" "Waduh, sorry deh kalau gitu. Aku enggak bisa...."
"Bener, enggak bisa ?"Ayu bertanya dengan ekspresi menggoda "Maksudku, aku
enggak bisa nolak. Ha...ha...ha...!" "Huuu, dasar!" "Gimana mungkin aku
menolak apalagi setelah kejadian semalam" "Kenapa ? Mau lagi
?"pertanyaannya mulai menjurus, sekalian aja aku terusin. "Kalau dikasih,
masa ditolak. Khan enggak baik menolak kebaikan orang"jawabku asal "Emang
maunya kamu"kata Ayu sambil memukul pundakku.
Tanpa membuang kesempatan kutangkap tangannya
dan perlahan kukecup dengan lembut. Ayu hanya bisa terdiam menerima
perlakuanku dan aku menganggapnya sebagai lampu hijau. Yang terjadi
kemudian adalah aku menggeser dudukku sampai lutut kami saling bertemu.
Kujemput tangannya yang satu lagi lalu kutarik kedua tangannya sehingga
tubuh kami saling mendekat. Setelah itu aku mulai mencium bibirnya,
kembali kurasakan kelembutan bibir Ayu yang menggoda, kurasakan kehangatan
nafasnya mengenai wajahku. Lidah kami sudah ular yang bertarung, saling
belit dan pilin, sesekali lidahku menyeruak kedalam rongga mulutnya dan
bermain-main disana, terkadang dengan lembut kugigit bibir dan lidah Ayu
dan terus begitu. Cukup lama juga kami berciuman, kemudian tanganku mulai
beraksi lagi. Sekarang aku mulai merengkuh pinggangnya dan menarik
tubuhnya sehingga posisinya Ayu duduk dipangkuanku. Tanpa menunggu komando
lagi segera tangan bergerak ke payudaranya dan aku mulai meremas payudara
Ayu yang sudah membusung indah. Bisa kurasakan betapa padat dan kenyalnya
payudara itu sehingga aku makin asyik mempermainkannya. Sedang Ayu hanya
bisa mendesis dan menggelinjang mendapat rangsangan seperti itu. Sesekali
terdengar desahannya," Aaaahhhh...hmmphh....aduhhh pelan sedikit dong Vid,
kan sakit. Uhhhhhh....oughhhh....".
Tak puas menjamah dari luar aku mulai melepas
baju kaos yang dipakainya, maka terpampanglah sudah kedua bukit
payudaranya yang putih dan sebagian masih tertutup oleh bra lembut
berwarna putih. Tanpa sungkan lagi mulutku berpindah menciumi buah dada
Ayu yang mneggiurkan sedang tanganku berusaha melepaskan bra tadi. Begitu
terlepas makin sempurnalah pemandangan itu, bukit kembar dengan ukuran
sedang, membusung seperti menantang dengan puting kemerahan menunggu untuk
disentuh. Mulanya kubiarkan tanganku bekerja sedangkan mulutku kembali
mencumbu bibir Ayu, dengan asyiknya tanganku meremasi buah dada itu
benar-benar mantap rasanya. Seskali kupermainkan putingnya yang sudah
mengeras karena terangsang. Kemudian leherku bergerak turun menyusuri
lehernya yang putih terus kebawah menjilati belahan dada Ayu dengan
lidahku. "Ouuughhhh....Vid...terusin
Vid....shhhhsshhhhh...eeegggghhhhh...geli Vid.....",desahan dari mulut Ayu
kembali terdengar semakin membakar birahiku.
Lidahku kini sudah beraksi diatas putingnya,
kujilati, kukulum, kusedot dan kugigiti dengan lembut. Aduh asyik banget
sensasi yang kurasakan waktu itu. Sedangkan Ayu hanya bisa mendesah,
menggerak-gerakkan kepalanya menahan rangsangan yang sungguh kuat,
terkadang tanpa dia sadari Ayu menekan kepalaku sehingga makin terbenam
dibukit kembarnya itu.
"Terus...Vid.....ohhhhh....eenaakkhhh.....heeemmmmmmhhh...ayo
Vid................. terusin....oooohhhh...yess...ohhh",desahan Ayu
semakin membara. Tapi keasyikanku menikmati buah dadanya terpaksa
kuhentikan dulu karena posisiku saat itu kurang menguntungkan ( aku
memangku dia kan capek juga ), dengan segera kuangkat tubuh Ayu dan
kubaringkan ditempat tidurnya yang lumayan empuk, dia hanya bisa
memandangku dengan pandangan sayu dan nafas yang masih memburu. Sementara
aku mulai menciumi perutnya yang putih dan datar. Tanganku yang kiri masih
asyik memainkan buah dadanya sedang yang kanan mulai berusaha menyusup
kedalam celana pendeknya. Tanpa menemui kesulitan tanganku menemukan
kehangatan yang tertutup oleh secarik kain yang disebut celana dalam.
Jemariku mulai membelai dan mengelus gundukan
yang masih tertutup itu, kurasakan denyutan-denyutan halus dan sedikit
lembab. Tidak berlama-lama segera kulepaskan celana pendek dan dalam yang
masih bertengger dikaki Ayu. Kini dihadap terbaring seorang wanita cantik
yang polos dan tidak tertutup sehelai benangpun. Puas memandanginya,
segera kubenamkan wajahku diantara kedua kaki mulusnya Ayu. Terciumlah
wangi khas kewanitaan milik Ayu, benar-benar sedap dan merangsang. Sejenak
kunikmati wangi khas itu, baru kemudian aku mulai menciumi kewanitaanya
yang plontos tanpa sehelai bulupun. Lidahku dengan rakusnya menjilati
bibir kemaluannya yang kemerahan seperti kucing kehausan. "Aduuuhh
Vid......gellliiii banget siiichhh....hmmmphhh....ouuuccchhhh......",aku
tidak mempedulikan lagi desahan dan erangannya karena terkonsentrasi untuk
menstimulasi kemaluan Ayu. Dengan jari, bibir kemaluanya kubuka dan
lidahku mulai menyapu bagian dalam vagina tersebut. Pada saat lidahku
menyapu klitorisnya,tiba-tiba Ayu mengangkat pantatnya. Sempet kaget juga
sich, tapi enggak lama dan akupun semakin bernafsu menjilati daging kecil
itu, karena itu akan memberikan sensasi luar biasa pada Ayu.
"Yeessss...shhhsshhhh...aaahhhh....terus Vid....enakkkk
Vid.....oughhhhh......ooohhhhh....", Ayu semakin menceracau, kepalanya
hanya bergerak kekiri dan kekanan menerima perlakuan yang memabukkan dan
melenakan."Ooooohhhhh......heeemmmmhhhh.......terussss Vid...lebih
dalaaammm....aauuugghhhhyh."
Aku terus saja mempermainkan vagina Ayu yang
sudah basah dibanjiri oleh cairan yang asin-asin enak. Setelah cukup lama,
denyutan diliang kemaluan Ayu makin kencang. Tubuh Ayu juga mulai bereaksi
dengan lebih ganas. "Ooohhh.....Vid aku udah enggak
kuat....aaahhhhh....aku mau keluar
Vid....aahhhhhh.....hhhaaaahhhh...cepetan Vid......makin cepat
Vid.......ooougghhhh...". Rupanya Ayu sudah mau sampai pada titik
klimaksnya, maka aku pun semakin gencar mempermainkan vaginanya. Dan
akhirnya gelombang orgasme itu pun tiba menghantarkan cairan hangat
dimulut vaginanya diringi erangan halus dari mulut Ayu. Kujilati cairan
surga itu lalu kulihat Ayu yang sudah lemas karena orgasmenya yang
pertama. "Thank's Vid. Asli enak banget.",katanya sambil tersenyum "Nah,
kamu udah nyampai sekarang giliran aku ya.",kataku sambil melepaskan
pakaianku (memang saat mencumbunya tadi aku tidak melepas pakaian).
Ayu hanya tersenyum, namun dia sempat terkejut
saat aku mengeluarkan penisku dari sarangnya. "Waahhh, lumayan juga
peliharaan kamu", katanya sambil menggenggamnya. Saat itu memang penisku
sudah sangat tegang dan siap tempur, ditambah lagi dengan belaian lembut
dari tangan Ayu yang sepertinya sudah pro. Sempat terpikir olehku,
"Jangan-jangan dia pernah melakukan ini sebelumnya", api aku tidak ambil
pusing. Yang penting sekarang adalah menikmati kehangatan tubuh dan
kemaluannya Ayu. Saat itu Ayu sudah mulai menciumi penisku tanpa rasa
risih atau canggung sama sekali. Kemudian dia mulai menjilatinya dari
pangkal sampai ujungnya. Aku hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan
yang baru pertama kali kualami sendiri ( biasanya cuma ngeliat aja difilm
porno ). Ayu terus saja menjilat dan menghisapi kemaluanku yang semakin
mengeras dan tampak berkilat karena air ludahnya Ayu. Karena tak tahan
lagi, ku dorong Ayu yang sedang berjongkok menikmati penisku sehingga dia
jatuh terlentang. Lalu aku tersenyum ke Ayu sambil tanganku memegangi
kedua kakinya dan membukanya lebih lebar lagi. Dengan berjongkok kucoba
mengarahkan penisku kevagina Ayu yang masih basah.
Begitu sampai dibibir vagina Ayu
kugosok-gosokan penisku dan perlahan mencoba membenamkannya kedalam liang
kenikmatan itu. "Ugh..sempit sekali Yu",kataku berusaha menembusnya.
"Vid..pelan-pelan ya, soalnya jarang dipakai nich....",kata-kata Ayu
akhirnya menjawab pertanyaanku, rupanya dai sudah pernah merasakan ini
sebelumnya. Dengan nafsu yang semakin memuncak penisku terus mendesak
masuk, sampai terbenam setengahnya. Kurasakan betapa nikmatnya nikmatnya
jepitan vagina Ayu. Penisku seperti dipijat dengan lembut,
"Aaaaakkkhhhhh....hebat Yu, milikmu enak banget....oughhh",aku mengerang
nikmat. Ayu juga tak kalah serunya menggoyangkan-goyangkan pantatnya
menambah nikmat jepitan vaginanya dipenisku,"Ayyoo Vid.....masukkin
lagi...hhhmmmpppfffhhh....lebih dalam
Vid......ouuughhhh.....ssshhhhssss.....terus Vid....." Akhirnya penisku
berhasil terbenam seluruhnya divagina Ayu, kemudia perlahan aku mulai
menggerakkan pantatku maju-mundur, aku benar-benar menikmati setiap
gesekan yang terjadi antara penisku dengan dinding vagina Ayu yang terasa
begitu ketat. Mulutku juga kembali beraksi diatas buah dada Ayu sehingga
dia benar-benar menggila "Ouuughhh Vid.....nikmat
sekaaaalliiii.....oooohhhh.....aahhhh....". Gerakanku semakin cepat
memompa maju-mundur, suara pergesekan kelamin kami semakin jelas terdengar
menambah asyiknya permainan kami.
Sesekali kurasakan Ayu mengangkat pantatnya
sampai-sampai penisku mentok ( tau kena apaan deh ) "Vid..cepat
Vid....sshhhhssss....aku sudah mau sampai
Vid.......aaahhhhh....hhhmmmmmhhh...", Ayu mendesah dan saat vagina
berdenyut lebih kencang, penisku semakin cepat kugerakkan karena aku ingin
mengalami orgasme bersama. "Tahaaaaan Yuuuuu....aakkkkhhhh...aku juga
sedikit lagiiiiii....". Suara pergesekan itu semakin nyaring terdengar
"Sreeet...sreeet.....sreeett...". Setelah cukup lama bergerak turun naik
diatas tubuh mulus Ayu, aku sudah tidaj bisa lagi gelombang orgasme yang
datang menyerbu. Begitu juga Ayu, dia semakin cepat memutar-mutar
pantatnya. Dan tak lama kemudian, kurasakan semburan hangat dari arah
dalam vagina Ayu menyirami penisku dan pijatan dinding-dinding vagina Ayu
semakin cepat. "Ouuugghhhh......aaahhhhhhh....ooooooohhhhhhh.......nikmat
sekali Vid....ssshhhhhsss" Ayu sudah terkulai lemas setelah orgasmenya
yang kedua, aku sendiri masih terus berjuang mencapai puncak kenikmatan,
lalu terasa otot-otot dikelaminku berdenyut, maka segera kubenamkan
penisku sampai habis "Creeettt...creeeettt..cret...."
"Aaaaaaahhhhhhhhhh.......Ayyyyuuuuuu.....seeeeddddaaaapppp Yuuuuu".aku
mengerang panjang. "Vidddd....ooosssssshhhhhh......hhhmmmmmmhhhhhh......".
Akhirnya aku pun tergeletak disebelah Ayu menikmati sensasi yang sungguh
luar biasa. "Sorry tadi aku keluarin didalam, soalnya pengen tahu sich
rasanya."kataku setelah nafas mulai teratur."Enggak apa-apa Vid, lagian
aku juga lebih suka kayak begitu.".
Aku tersenyum lalu mencium Ayu lembut. Saat itu
aku mulai mencoba membangun serangan baru, tapi dari luar terdengar suara
mobil sedang parkir,"Vid cepetan, kayaknya ibu kostku pulang.",kata Ayu
sambil mulai memakai bajunya, begitu juga aku. "Oooohhh lagi ada temen Yu.
Ya sudah ibu kedalam dulu ya."kata ibu kost yang menjenguk Ayu kekamarnya,
saat itu kami sudah menormalkan diri. Tak lama aku pun pamit, tapi entah
kenapa nih mulut masih aja minta jatah. Kalau diingetin bisa-bisa nginep
disana nanti. Begitulah, malam itu kurasakan luar biasa indah. Sampai
dikontrakan aku langsung tidur ( cape bo ). Keesokannya dikampus aku
bersikap biasa-biasa aja sama Ayu saat bertemu ataupun saat rapat.
Tapi sejak kejadian malam itu aku dan Ayu
berusaha mencari-cari kesempatan untuk bisa merasakan kenikmatan bercinta.
Sampai akhirnya acara yang kami rencanakan berjalan lancar, dan aku sudah
jarang bertemu Ayu. Entah dia menghindar atau apa tapi aku sulit sekali
menemuinya. Sedangkan kostnya juga sudah pindah. Tapi sudahlah, mungkin
dia sendiri tidak mau terlalu jatuh kedalam perasaannya. Mungkin dia
menjadikan aku salah satu petualangannya. Biarlah, yang jelas dia sudah
memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan kepadaku.