LANGSING

Payudara Besar Cara Memperbesar Payudara

PERBESAR

Payudara Kencang Mengencangkan Payudara

KENCANG

Mengatasi Frigiditas dan Kesulitan Orgasme

FRIGIDITAS

Cara Mengobati Ejakulasi Dini dengan Hipnoterapi

EJAKULASI

Mengobati Impotensi Tanpa Obat Kuat

IMPOTENSI

CARA MENGHIPNOTIS CEWEK

 

 

 

 

 

Shadow of a Rapist 

 

Ray adalah nama panggilanku yang kependekan dari Raymond. Aku dibesarkan oleh kakek dan nenekku setelah kedua orang tuaku meninggal. Sangat tragis bagaimana meninggalnya orang tuaku. Ayahku yang menyeleweng itu tertangkap oleh ibuku ketika memasuki motel. Sewaktu sampai di rumah, ayahku bertengkar dengan ibuku dan akhirnya mereka pun saling membunuh. Waktu itu aku hanyalah berumur 10 tahun. Aku mempunyai satu saudara sepupu yang juga telah ditinggal oleh orang tuanya dalam suatu kecelakaan.  

Hari berganti hari dan tahun berganti tahun, saudara sepupuku yang bernama Rin, kependekkan dari Ririn itu telah menginjak usia yang cukup mantap, kurang lebih empat belas tahun. Pengalamanku menjadi pemerkosa mulai pada saat itu. Kami dilahirkan pada tahun yang sama, bulan yang sama, dia lebih tua dari aku beberapa hari saja. Waktu itu aku membuka pintu kamar mandi. Waktu itu aku ingin mandi dan mengira bahwa kamar mandi itu kosong. Ternyata yang kulihat adalah Rin yang sedang duduk di atas toilet dengan semua bajunya yang telah terlepas. Matanya tertutup dan tangan kanannya meremas-remas buah dadanya, sementara tangan kirinya memainkan memeknya. Aku sangat kaget dan kontolku langsung berdiri melihat pemandangan itu. Rin agak tersentak melihat aku melongo di sana. Setelah sadar bahwa itu aku, dia hanya membuka sebelah mata dan menyuruhku menutup pintu. Gimana ngga terangsang melihat sodara sepupu gua dengan buah dada kurang lebih 35C itu sedang meremas-remas buah dadanya dan tangan satunya memainkan memeknya.  

Aku kembali ke kamar, tak dapat tidur. Aku bingung tak tahu bagaimana lagi menahan nafsuku. Hanya ada satu cara untuk melepaskan nafsuku waktu itu. Kulepas satu persatu bajuku dan mulai kukocok kontolku sambil membayangkan apa yang kulihat beberapa menit yang lalu. Aku mulai berpikir, bagaimana yah caranya agar aku bisa merasakan tubuh sodara sepupuku itu. Kubayangkan wajah kakak sepupuku menjerit kesakitan merasakan kontolku yang raksasa itu menembus memeknya. Kubayangkan juga duburnya yang dipenuhi dengan kontolku yang maju mundur.

Tok, tok tok.... Eh, pas mau sampe, kok ada aja sih yang ngetok kamarku. Aku langsung aja pakai celanaku tanpa CD, supaya cepat.

"Ngapain sih, siang-siang bolong gini ngetok kamar or..." Belum habis aku menyelesaikan kata-kataku, kulihat Rin sedang berdiri di depan pintu. Rambutnya basah, mungkin habis keramas. Bau wangi sabun Lux pun tercium dari badannya.  Mukanya tak berekspresi dan matanya tajam menembus mataku. Gila, kejam banget pandangan matanya.

"Ray, kalau kamu berani bilang siapa-siapa apa yang kamu lihat tadi, gua potong kontolmu dan akan kuberikan ke anjing sebagai santapan mereka."

Gua agak bengong, Rin yang biasanya terlihat lemah lembut itu sekarang terlihat sangat kejam dan garang. Ngga tahu aku setan apa yang masuk, yang penting dia berbeda. Kubalas tatapannya yang garang itu dengan muka-muka lucu.

"Wekkkkkk............... :Þ Siapa yang mau kasih tahu orang? Emangnya gua kurang kerjaan? Ngomong, ngomong seksi banget loh eloe."

BRAK!!!!! Langsung aja pintu kamar gua ditarik tutup oleh Rin. Hilang deh mood gua buat ngocok. BRAK!!! Terdengar lagi suara pintu dibanting. Rupanya si Rin marah juga gua omongin gitu. Gua sih geleng-geleng kepala dan langsung tiduran di ranjang. Gua ambil remote compo gua dan gua nyalain deh lagu-lagu techno kesukaan gua. Sambil goyang-goyang kepala, gua mulai mikir, gimana yah rasanya kalau gua perkosa si Rin. Jarak udah deket, waktu juga ada, tapi kalau ketahuan masuk penjara deh gua.

Waktu itu bingung juga gua mikirin cara yang tepat, eh tertidur deh gua sampe makan malam. Waktu itu gua dipanggil oleh kakek gua untuk makan malam dan gua pun turun untuk makan malam. Waktu makan malam, Rin sudah mulai kembali ke rin yang lemah lembut dan penuh canda tawa.

"Ray, ambilin air lagi donk... Pedas nih...." Kata si Rin sambil menjulurkan lidahnya.

Rin memang ngga berapa bisa makan makanan yang pedas, tapi kakek gua sangat suka makan makanan pedas. Ngga tahu gimana, tiba-tiba timbul ide dan cara yang paling aman untuk memperkosa si Rin. Tempat ngambil air terletak di dapur dan di sana juga tempat kakek gua nyimpen pil obat tidurnya. Gua ambil 2 pil dan gua masukin bubuknya ke dalam gelas si Rin. Gua isi gelas itu dengan air dan gua aduk-aduk supaya larut.

"Ray, cepetan donk... Pedas nih!!" teriak Rin dari ruang makan.

Gua kembali ke ruang makan dengan gelas yang penuh air dan satu botol air. Rin langsung aja meneguk air dalam gelas itu dan tambah lagi satu gelas. Berjalan deh rencana gua. Setelah makan, kakek dan nenek gua langsung masuk kamar untuk tidur, maklum orang tua. Rin pun berjalan kembali ke kamarnya sambil menguap. Gila, pikir gua, cepet banget khasiatnya. Kutunggu 3 jam sebelum beraksi, kurang lebih pukul 10 malam. Kakek dan nenek gua cepat tertidur, apa lagi kakek gua makan obat tidur. Selain itu, mereka sulit banget bangun. Biarpun ada kebakaran pun gua rasa mereka masih tertidur pulas. Gua pun mulai beraksi. Aku pakai pakaian serba hitam dan kuambil empat ulas tali dan plester dari gudang. Aku berjalan menuju kamar si Rin, ketika kucoba untuk membuka pintu kamarnya, ternyata pintunya di kunci dari dalam. Gagal deh rencana gua. Eh, gua kok lupa sih, masih ada pintu kaca yang bisa dimasukin dari beranda. Akupun mencoba pintu kaca dari beranda dan ternyata ngga dikunci.

Kamar Rin memang gelap dan terasa agak dingin. ACnya mungkin dinyalakan yang paling dingin deh. Dari remang-remang cahaya rembulan, dapat kulihat Rin yang tertidur pulas. Kubuka lemari Rin untuk mencari sarung guna menutupi kepalanya agar dia ngga tahu sapa yang bakal memperkosanya. Setelah kutemukan sarung kesayangan Rin, gua mulai aksi gua dengan mengikat kedua tangannya ke ranjang. Kebetulan ranjang Rin terbuat dari besi dan di bagian atas ranjangnya ada besi besi yang memudahkan aku untuk mengikatnya. Kututup mukanya dengan sarung dan kuplester mulutnya. Kakinya kubiarkan tak terikat supaya lebih mudah memasuki surga si Rin. Sewaktu kusibak selimutnya, dapat kulihat badan aduhai si Rin yang bugil. Ternyata dia tidur bugil toh, pikir gua.

Rin agak menggeliat dan mulai tersadar. Dia berusaha menarik bebas tangannya. Aku tak berani mengeluarkan suara karena takut diketahui oleh Rin. Kulepas celana pendek hitamku dan kontolku memang sudah bangun berdiri tegak lurus, melihat body si Rin. Apa lagi melihat dia yang tak berdaya itu.

"Mmppp Mpp Mpppppppppp!" Hanya itu saja yang terdengar dari mulut si Rin yang kuplester itu.

Kunaiki ranjang rin dan aku berlutut di atas rin, perutnya berada di tengah-tengah kedua lututku. Kuremas dengan kasar buah dada si Rin dan sekali lagi, cuman Mppp dan Mppp yang terdengar dari mulut si Rin. Kuremas-remas lagi dan mulai kujilati puting si Rin dan bukan lagi Mpp yang terdengar, melain Ehhmmm Ehmmm yang terdengar. Nafas si Rin mulai naik turun menandakan kalau dia juga mulai enjoy permainan ini. Tapi, ini permainan gua, kok dia juga enjoy. Gua gigit keras puting si Rin dan terdengar lumayan keras suara MPPPPPPPPPPPPPP dari mulut Rin yang tersegel.

Masih banyak lagi cara untuk membuat si Rin merana. Ku ambil dua tali lainnya untuk mengikat kaki Rin. Dia memang berontak, tapi apa daya, dia hanyalah wanita yang lemah. Kuambil alat penyukur di meja rias dia. Memang si Rin biasa mencukur bulu ketiaknya. Tapi kali ini ada misi khusus untuk mesin cukur ini. Bukan lagi ketiak yang akan dia cukur, tetapi jumbut jumbut rimbun milik Rin. Pertama, kugunakan gunting untuk memotong jumbutnya agar lebih pendek. Sesekali kutarik jumbutnya dan dia pun menjerit tetapi tertahan oleh plester. Rin tak lagi memberontak. Entah dia takut ketusuk gunting atau dia sadar tak ada lagi yang bisa dilakukannya. Setelah kugunting pendek, kuoleskan busa pencukur ke atas jumbut si Rin dan kucukur bersih jumbut dia. Bersih dan licin.

Kugunakan handuk dari lemarinya untuk membersihkan sisa-sisa busa pencukur yang ada. Kemudian kulepaskan lagi kakinya. Ditarik sekarang kakinya ke dekat memeknya dan lutunya di atas. Aku berlutut di depan memeknya dan kusibak kedua kakinya. Kujilat-jilat memeknya agar dia terangsang, ternyata cepat kali dia terangsang. Memeknya cepat kali basah dan desahan Ehmmm and Ummhh mulai terdengar lagi. Kuteruskan jilatan-jilatanku sampai kurasakan bahwa dia akan mencapai orgasme. Sesaat dia akan sampai orgasme, kuhentikan jilatanku dan dapat kulihat dia meronta-ronta menginginkan aku untuk terus menjilatinya. Hal itu kuulangi beberapa kali dan terkadang kuselingi dengan mencubit putingnya dengan keras agar dia kesakitan dan terkadang kugigit juga klitoris dia sampai dia kejang-kejang dan berusaha menendangku. Percuma deh, berusaha menendangku. Aku kan anggota karate ban hitam. Setelah tak tahan, lansung saja kuhujamkan kontolku untuk memasuki lubang sempit si Rin. Ternyata udah bolong. Biarpun bolong, tetapi masih sempit sekali memek dia. Kuhujamkan berkali kali dengan cepat, keras dan sembrono. Ngga tahu deh dia mengerang keenakan atau kesakitan. Kuteruskan aja hujamanku ke memek dia sampe dia mau orgasme baru gua tarik kluar kontolku. Pasti merana banget dia. Mau orgasme selalu tak kuberikan. Ku ambil satu botol Vaselin dan aku kembali ke atas ranjang. Kuoleskan Vaseline itu ke daerah liang duburnya dan ke kontolku. Kucoba memasuki liang dubur si Rin, tetapi sempit banget itu dubur. Ku coba masuk lagi dan akhirnya masuk juga.Setelah masuk, kusodomi pantat si Rin dengan kasar, tetapi agak kasihan juga gua. Jadi gua usap usap juga bagian klitoris dan puting si Rin. Dapat kurasakan bahwa dia mulai enjoy permainan ini. Kakiny melingkari pinggangku dengan erat. Sodokanku mengikuti irama music techno yang bermain di otakku. Dua kali dia sudah mencapai orgasme dan aku pun sudah hampir jebol juga pertanannya. Sodokanku pun sudah mencapai batas maksimal dan akhirnya pejuku tersemprot di dalam duburnya.Setelah puas, aku pun memakai celana dan melepas satu saja daripada tangannya dan cepat-cepat minggat dari kamar si Rin.

Esok paginya, waktu bangun tidur, kulihat si Rin mengobrol dengan ceria bersama kakek nenekku. Jangan-jangan kejadian tadi malam itu cuman mimpi gua lagi. Masa habis diperkosa masih bisa cerita begitu. Aku pun sarapan pagi. Rin berjalan ke arah meja makan meninggalkan kakek dan nenekku yang duduk berdua di depan pintu rumah menghidup udara segar. Rin duduk di depanku dan ikutan sarapan.  
Ketika aku hendak meninggalkan meja makan, Rin berkata "Ray, lain kali jangan pake obat tidur segala. Datang aja langsung."  

Kuteruskan saja langkahku, dan pura-pura tidak dengar.Ternyata kakak sepupuku tidak menaruh dendam terhadap kejadian semalam.

Itu adalah asal musul aku mulai suka memperkosa cewek. Mangsaku memang banyak dan berada di manca negara. Tak pernah aku kena tangkap, dan tak ada yang pernah tahu. Rin lah satu-satunya yang tahu bahwa aku yang memperkosanya. Mangsaku yang lainnya, tak pernah menduga bahwa aku lah yang memperkosa mereka

 

 DOWNLOAD E-BOOK GRATIS

Cerita Seks Khusus Dewasa - Cantik Seksi Indonesia - INDEX

1