|
PERPISAHAN MURID TERSAYANG
Akhirnya hari kelulusan
murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Rina harus berpisah dengan kedua
murid yang disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain
untuk menempati pos baru di kanwil. Karenanya ia memanggil Anto untuk
datang ke rumahnya untuk memberitahukan perihal kepindahannya. Ketika
seputar Indonesia mulai ditayangkan, Anto muncul. Ia langsung dipersilakan
duduk. " Bu, Anto kangen lho…" " Iya deh..nanti. Gini, Ibu bulan depan
pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya. Jadi…jadi..Ibu ingin
malam ini malam terakhir kita…" mata Rina berkaca-kaca ketika mengucapkan
itu. " ………….." Anto tidak bisa menjawab. Ia kaget mendengar berita itu.
Baginya Rina merupakan
segalanya, terlebih lagi ia telah mendapatkan pelajaran berharga dari
gurunya itu. "…..tapi Anto masih boleh berkirim surat kan….? " Rina bisa
sedikit tersenyum melihat muridnya tabah, " Iya..boleh..boleh…" " Minum
dulu nTo, ada es teh di meja makan. Kalau sudah kita nonton VCD di kamar
yaa…." Rina mengerling nakal ke muridnya sambil beranjak ke kamar. Di
kamar ia mengganti pakaiannya dengan kimono kegemarannya, melepas BH,
menghidupkan AC dan tentu saja menyetel VCD 'Kama Sutra-nya Penthouse ".
Lalu ia tengkurap di tempat tidur sambil menonton tv. Di luar Anto meminum
es teh yg disediakan Rina dan membiarkan pintu depan tidak terkunci.
Ia mempunyai rencana
yang telah disusun rapi dengan ……. Lalu Anto menyusul Rina ke kamar tidur.
Begitu pintu dibuka ia melihat gurunya tengkurap menonton vcd dengan
dibalut kimono merah tipis, lekuk2 tubuhnya jelas terlihat. Rambutnya yang
panjang tergerai di punggungnya bagai gadis iklan shampo Pantene. " Ganti
pakaian itu nTo.." Rina menunjuk celana pendek dan kaos tipis yang
terlipat rapi di meja riasnya. Ketika Anto sedang mencopot celananya Rina
sempat melihat penis pemuda itu menyembul di balik CD GT Man nya. Setelah
selesai Anto juga tengkurap di samping Rina.
"Sudah liat film ini
belum…? Bagus untuk info posisi-posisi ngesex. " "Belum tuh…." Mata Anto
tertuju pada posisi dimana si wanita berdiri memegang pohon sementara si
pria memasukkan penisnya dari belakang, sambil meremas2 payudara
partnernya. "Mmmmm..itu posisi fave saya. Kalau kamu suka nanti CD itu
bisa kamu ambil." "Thanx.." Anto kemudian mengecup pipi gurunya. Adegan
demi adegan terus bergulir, suasana pun menjadi semakin panas. Rina kini
tengkurap dengan tidak lagi mengenakan selembar benangpun. Demikian pula
Anto. Anto kemudian duduk di sebelah gurunya itu, dibelainya rambut Rina
dengan lembut, kemudian disibakkannya ke sebelah kiri. Bibir Anto kemudian
menciumi tengkuk Rina, dijilatinya rambut-rambut halus yg tumbuh lebat.
"Aaahhhhhh…………." Setelah puas, Anto kemudian memberi isyarat pada Rina
agar duduk di pangkuannya.
"Bu, biar Anto yg
puasin ibu malam ini…." Bisik Anto di telinga Rina. Rina yg telah duduk di
pangkuan Anto pasrah saja saat kedu tangan muridnya meremas-remas
payudaranya yg liat. Kemudian ia menjerit lirih saat putting susunya
mendapat remasan. "Akhh….." Rina memejamkan matanya. "Anto………jilatin memek
ibu……." Anto kemudian merebahkan Rina, dibukanya kaki gurunya itu lebar2,
kemudian dengan perlahan ia mulai menjilati memek gurunya. Bau khas dari
memek yang telah basah oleh gairah itu membuat Anto kian bernafsu.
"Ooohhhh….terussss…teruusss…………" Rina bergetar merasakan kenikmatan itu.
Tangannya membimbing tangan Anto dalam meremasi susunya. Memberikan
kenikmatan ganda. "Jilatin..pentil itu….ooohohhhhhhhhhhhh…." Bagai
dikomando Anto menjilati pentil klitoris Rina, dengan penuh semagat.
"Aduuhhh…..ooohhh…oohhhhhh…hhhhh..hhhhhhhh….."
"Anto….massuuuuuukkkkkk….kkkkkk…….."
Kaki Rina kemudian
disampirkannnya ke pundak, dan dengan cepat disodokkannya kontolnya ke
memek Rina yg becek. "mmmmmmmmm…………" Rina menggigit bibirnya. Meskipu
lubang memeknya telah licin, namun kontol yg besar itu tetap saja agak
kesulitan menerobos masuk. " Uuhhh….masih susah juga ya bu……." Anto sambil
meringis memaju mundurkan kontolnya. Ia merasakan kontolnya bagai
diremas-remas oleh tangan yg sangat halus saat di dalam. Tangan Rina
mempermainkan putting Anto. Dengan gemas dicubitnya hingga Anto berteriak.
"Uhh,, nakal . Ini balasannya ! " sodokan Anto makin keras, lebih keras
dari saat ia memasukkan kontolnya. " Aaaaaaaaaaaaa………………………" Tiba2 pintu
kamar tebuka ! Spontan Rina terkejut, tapi tidak bagi Anto.
Reza sudah berdiri
dimuka pintu, senjatanya telah tegak berdiri. "Mmmm..hot juga permainan
ibu dgn dia, boleh saya bergabung ? " Reza kemudian berjalan mendekati
mereka. Rina yg hendak berdiri ditahan oleh Anto, yg tetap menjaga
kontolnya di dalam memek rina. "Nikmati saja……" Reza kemudian mengangkangi
Rina, kontolnya berada tepat di mukanya. " Isap…ayooooo" sambil memasukkan
kontolnya. Saat itu pula Anto menghentakkan gerakannya. Saat Rina
berteriak, saat itu pula kontol Reza masuk. "Ahhhhhh….nikmat………". Rina
merem-melek menghisap-hisap kontol muridnya, sementara Anto dengan puas
menggarap memeknya. "Uuufff…..jilatin..jilattt…….." tangan Reza memegangi
kepala Rina, agar semakin dalam saja mengisap kontolnya. Posisi itu tetap
bertahan hingga akhirnya Anto keluar duluan. Maninya menyemrot dengan
leluasa di lubang memek gurunya yang cantik.
Sementara Reza tetap
mengerang-erang sambil medorong-dorong kepala Rina. Setelah Anto
mengeluarkan kontolnya dari memek Rina… " Berdiri menghadap tembok bu ! "
Rina masih kelelahan. Ia telah orgasme pula saat Anto keluar, namun ia
tidak bisa teriak karena ada kontol di mulutnya. Saat ia berdiri dengan
tangan di tembok menaha tubuhnya, mani anto menetes ke lantai.
"mmmm..nTo..liat tuh punya kamu.." seru Reza sambil nyengir. Ia kemudian
menempelkan tubuhnya ke Rina. Kontolnya tepat berada di antara kedua
pantat Rina. "Nih bu rasakan punya Reza juga ya….." Anto dengan santai
menyaksikan temannya menggarap gurunya dari belakang. Tangan Reza
memegangi pinggang Rina saat ia menyodok-nyodokkan kontolnya keluar masuk
dengan cepat. Saat Rina merintih-rintih menikmati permainan mereka, Anto
merasakan kontolnya ngaceng lagi. Ia tidak tahan melihat pemandangan yg
sangat erotik sekali. Kedua insan itu saling mengaduh, mendesah, dan
berteriak lirih seiring kenikmatan yg mereka berikan dan rasakan.
"Ooooowwwwww……………" Tubuh Rina yang disangga Reza menegang, kemudian lemas.
Anto menduga mereka
berdua telah sampai di puncak kenikmatan. Timbul isengnya, ia kemudian
mendekati mereka dan……..menyusup diantara Rina dan tembok. Dipindahkannya
tangan Rina ke pundaknya, dan kontolnya menggantikan posisi milir Reza.
"Anto…………" Lagi-lagi Rina mendesah saat Kontol Anto masuk dan pinggulnya
didorong oleh Reza dari belakang. " Ahhh..ahhhh….doronggg…doronggggg…………."
"…………………….." "aaaaaaaaa…aaaaaaa…aaaaaaaaaaaa"
"Ooooooooohhhhhhhhhkkkkkkkkkk……kkkkkkkkkkkkkk…………kkkk…" Rina berteriak
keras sekali, saat dorongan Reza sangat keras menekan pinggulnya. Kontol
Anto amblas hingga mencapai pangkalnya masuk ke memek Rina. Saat itu pula
ia meraskan kontol yg berdenyut-denyut itu menlepaskan muatannya untuk
kedua kali. Malam itu meruapak malam yang liar bagi ketiga insan yg akan
berpisah itu. Malam yg tidak bisa mereka lupakan untuk selamanya.
|