|
GARONG
Malam itu Mercy dan
suaminya sedang merencanakan untuk melakukan hubungan suami istri. Saat
mereka sudah hampir bugil, tiba-tiba terdengar suara berisik dari arah
garasi mobil. Rumah mereka adalah perumahan real estate yang cukup mewah
dengan garasi mobil menyatu di paviliun. Suaminya tidak mengindahkan
tetapi ketika terdengar lagi akhirnya dengan menggunakan oblong dan sarung
suaminya memutuskan untuk mengecek. Suara itu rupanya berasal dari 3 orang
garong yang tahu kalau rumah Mercy sangat terpencil dari tetangganya.
Tanpa banyak perlawanan suami Mercy dapat dengan mudah dibuat pingsan, ia
diikat dengan mulut tertutup. Para garong mulai masuk keruangan mencari
barang berharga.
Dari bayangan dan suara
mereka Mercy tahu ada yang tidak beres, segera ia berlari ke balik lemari
sambil menutupi tubuhnya yang bugil dengan hanya menggunakan dasternya.
Seorang garong masuk ke kamar tidur tapi ia tidak melihat seorang pun.
Garong ini segera membuka lemari dan mengambil perhiasan tanpa menyadari
ada orang di balik lemari. Tak lama kemudian garong yang kedua masuk, ia
lebih jeli ketika melihat pakaian dalam wanita tergeletak di lantai.
Matanya menyusuri ruangan dan akhirnya ia mengetahui ada seseorang
bersembunyi di balik lemari. Ayo keluar! Hardiknya sambil menarik tangan
kiri Merry. "Jangan Pak", kata Merry sambil tangan kanannya menahan agar
dasternya tetap menutupi teteknya. Dengan terpaksa akhirnya Merry keluar
tanpa disadari ia terduduk di tempat tidur. Melihat itu garong yang sedang
asyik membokar lemari segera memanggil temannya dan kemudian mereka
bertiga sudah ada di dalam kamar itu, sambil menyeret suami Merry yang
masih pingsan. "Kalau kamu berteriak saya akan buat kamu jadi Janda, "
kata salah seorang dari mereka sambil menarik dengan kasar daster yang ada
di tangan Merry. Merry gelagapan dan berusaha menutupi buah dadanya dengan
kedua tangannya. Salah seorang dari mereka mendekat dan mengelus-ngelus
kedua paha Merry.
Dan kemudian garong
yang lain naik ketempat tidur dan memegang ketiak Merry dari belakang
sehingga Merry Kegelian. "Jangan Pak, saya sudah punya suami", Merry
memohon. "Diam nanti saya pukul lagi Suami Ibu". Garong yang ketiga sudah
tidak tahan, ia membuka kaos oblongnya dan celana jeannya, kemudian
menyingkapkan tangan Merry dan mendorong rekannya yang sedang memegang
paha Merry. Kedua tangan Merry menyanggah badannya pada tempat tidur. Lalu
garong tersebut dengan kedua tanggannya mendongakkan wajah Merry dan
mencium bibirnya, setelah puas kemudian dia berkata "Kalau saya pegang
tetek kamu, kamu harus bilang 'lagi dong Mas'". Merry menyeka bibirnya
tapi dia tidak langsung menjawab. Garong itu lalu meremas tetek Merry,
sambil mengatakan" Hayo bilang apa?", Merry diam saja. Garong yang semula
memegang memegang ketiak Merry sekarang menggelitik pinggang Merry sambil
berkata" Ayo montok bilang apa?" Dengan perlahan Merry terbata-bata
mengatakan" Lagi dong Mas". Garong yang tadi terdorong mulai terpancing
dan berkata" coba bilangnya lebih mesra lagi sambil memegang puting Merry.
"Laaagi Dong Mas". Mereka tertawa, tapi Merry menangis. Ia tertunduk
sambil menangis, air matanya membasahi pipinya dan jatuh ke dadanya.
Ketiga garong sekarang sudah melepaskan baju mereka sehingga terdapat 4
orang yang sedang bugil. Mereka berbisik dan memutuskan untuk bersama-sama
menikmati tubuh wanita itu bersama-sama. Rupanya suami Merry masih pingsan
juga.
Lalu mereka menghampiri
Merry, ketiganya menggelitik Merry sehingga Merry tertawa sambil menangis.
Dan setiap kali Merry mulai menangis mereka langsung menggelitiknya pada
bagian ketiaknya, pinggangnya atau pada telapak kakinya. Salah seorang
dari mereka menyuruh Merry berposisi berdiri diatas tempat tidur dengan
kedua tangan dan kakinya sehingga mereka dengan mudah mencium bibir Merry,
mengelus pantatnya dan yang paling kurang ajar adalah yang ketiga ia
menarik salah satu tetek Merry dari samping dan mengosok-gosokan ke
kontolnya sambil berkata "Ayo Montok bilang Apa?". Suara Merry tidak jelas
ketika mengatakan "Lagi dong Mas" karena mulut salah seorang garong
menempel erat di bibirnya.
Garong yang
menciumi bibir Merry tampak capek juga ia lalu menyudahi permainannya dan
mengambil air minum di sebelah tempat tidur. Kemudian ia berkata kepada
Merry "Ayo montok buka mulutnya Aaa" lalu air minum yang sedang diminumnya
dengan paksa diminumkan kembali ke mulut Merry, seperti seorang induk
burung memberikan makan anaknya. Garong yang berada di samping kemudian
tidur di samping Merry dengan kepalanya berada di dekat kaki Merry. Dengan
aba-aba ia menyuruh kedua rekannya agar Merry mau membalikkan tubuhnya dan
memasukkan Memeknya ke kontolnya sambil ia sendiri tiduran. Jadi Merry
berada diatasnya. Kata mereka " Ayo masukkan, ayo masukkan " Karena Merry
diam saja dan mulai menangis, salah seorang dari mereka mencubit pantat
Merry. Akhirnya Merry dengan perlahan memasukkan kontol garong itu pada
memeknya. Kedua garong yang lain mengamati dari pinggir tempat tidur dan
salah seorang dari mereka mengikat kembali suami Merry yang mulai sadar di
dalam kloset, Ia membius suami Merry dengan kloroform. Garong yang lain
menekan-nekan pantat Merry agar Memeknya dapat memasukkan kontol temannya,
sehinga Merry merasa kesakitan dan ia menangis.
Lalu kedua garong itu
kembali menggelitik Merry agar Merry tertawa dan tidak menangis. Setelah
kontol garong yang berada dibawah masuk. Salah seorang dari mereka naik
ketempat tidur dan menarik tangan Merry kedepan sehingga muka Merry tepat
berada diatas dada garong yang dibawahnya. Ia mempertahankan posisi lalu
ia menjepit hidung Merry sehingga Merry tidak dapat bernapas. Dan ia mulai
melakukan napas buatan dari mulut ke mulut. Merry merasakan kalau pada
sela-sela pantatnya ada benda hangat yang dielus-eluskan, rupanya garong
yang telah mengamankan suaminya mulai memegang pantat Merry dan berusaha
menjepitkan kontolnya pada sela-sela pantat Merry. Merry tidak dapat
bergerak karena lehernya ditahan oleh salah satu tangan Garong yang berada
dibawah dan pantatnya ditahan dari belakang.
Kemudian garong yang
berada dibawah mulai meremas-remas kedua tetek Merry dan berkata "ayo
montok bilang apa", Merry tidak menjawab karena sulit bernapas . Lalu
garong yang memencet hidungnya mulai melepaskan tangannya sehingga Merry
dapat bernapas lega. Ia menarik bahu Merry ke depan sehingga Merry menjadi
lebih nungging. Dan berkata" ayo ini Masmu bertanya kok tidak dijawab"
Dengan marah Merry meludahi muka garong yang dibawahnya. Tapi ketiga
garong tersebut tidak marah. Garong yang didepan duduk ditempat tidur
tepat dibelakang kepala garong yang lagi terlentang ia terus menahan
tangan Merry agar tetap menungging. Garong yang dibawah menggeliting
ketiak Merry. Sehingga Merry tertawa, "udah- udah kata Merry sambil
menahan tawa". Kemudian garong yang didepan menyingkapkan rambut Merry ,
ia menciumnya lembut. Temannya yang dibelakang memasukkan telunjuknya ke
dubur Merry sehingga Merry berteriak kesakitan. Garong yang didepan
kemudian setengah berdiri di tempat tidur dan dengan sebelah tangannya
memegang leher Merry sedangkan tangan yang lain mengarahkan Kontolnya,
rupanya ia mau agar kontolnya masuk ke mulut Merry.
Temannya yang dibawah
berkata, "ayo masukin kalau tidak saya cubit tetek kamu". Belum sempat
Merry memulai teteknya sudah diremas dan ditarik-tarik dari bawah dan
terdengar kata lagi" ayo montok bilang apa?" Merry menjawab "lagi dong
Maas". Akhirnya apa yang terjadi semua tubuh Merry diekspoitasi. Mulutnya
mengulum kontol, buah dadanya dihisap, memeknya terbenam sebuah kontol
yang besar dan duburnya tertekan oleh sebuah jari. Lalu garong yang
dibelakang menyedot pantat Mery dibeberapa tempat. Sampai pantatnya
menjadi kebiruan. Ia berkata " Kalau belum basah jangan berhenti!". Merry
belum pernah melakukan hal tersebut, walaupun dalam keadaan terpaksa ia
orgasme juga. Tapi anehnya ketiga garong tersebut belum juga mencapai
klimaks. Garong yang dibelakang kemudian turun dan pergi Ke WC mungkin mau
kencing. Tak lama ia kembali sambil membawa Es batu dan meminum sebuah
orange jus, "Segar" katanya. Es itu ditempelkan di punggung Merry dan
dielus-elus sampai Merry merasa sangat basah punggungnya. Beberapa Es batu
dijepitkan di sela-sela pantat Merry dengan menahannya menggunakan kakinya
yang mengepit dan tangannya yang bebas menaruh es yang kecil di pusar
Merry dan mulai mengusap-ngusapkan es tersebut ke perut Merry, dan
memberikan beberapa es batu kepada temannya yang dibawah, temannya yang
dibawah mengelus-ngelus es batu itu diantara dua tetek Merry yang mulus.
Lalu kembali mengisap secara berganti-ganti puting tetek Merry, sampai
putingnya menjadi sangat merah. Perlakuan ini membuat Merry mengerang, ia
menarik tubuhnya dan berusaha melepaskan mulutnya dari kontol yang melekat
pada mulutnya.
Permainan menjadi lebih
seru, sekarang punggung Merry sudah menjadi basah karena es yang mencair.
Setelah es semuanya mencair garong yang dibelakang mengganti es tersebut
dengan kontolnya. Ia mulai meregangkan pantat Merry dan memasukkan
kontolnya dengan paksa ke dubur Merry. Ia mulai mendorong dari belakang
sekarang semua lubang pada tubuh Merry sudah terisi. Saat tubuhnya
didorong dari belakang mulutnya mengulum kontol garong yang didepan dan
serta merta menarik-narik memeknya yang tidak bisa lepas lagi dari Sang
kontol yang perkasa.
Tak terasa permainan
sudah 3 jam. Tanpa disadari setiap teteknya disentuh, Merry selalu berkata
" lagi dong Mas", perkataanya terdengar mesra seperti tidak dibuat-buat.
Untuk keberapa kalinya Merry orgasme tapi ketiga garong itu tetap belum
juga klimaks mungkin mereka makan jamu kuat. Akhirnya ketiga garong
klimaks dimulai dari yang didepan ia memegang wajah Merry agar semua
spermanya tertelan, kemudian yang dibawah memuncratkan isinya didalam
rahim Merry. Sedangkan yang dibelakang saat klimaks ia mencabut kontolnya
dan menyemprotkan ke punggung dan ke rambut Merry. Merry tak sadarkan
diri, saat ia terbangun ia menemukan dirinya telanjang bulat dan terasa
ada yang aneh. Rupanya Para garong ini telah mencukur semua bulu tubuhnya,
mulai dari rambutnya, bulu pada jembutnya dan ketiaknya semuanya halus.
Dan pada pahanya bagian dalam tertulis tanda tangan dan gambar-gambar tak
senonoh menggunakan spidol. Rupanya Para garong sebelum pergi ingin
memberikan tanda mata terlebih dahulu.
|
|