|
BLEKI
ANJINGKU
Terima-kasih kepada Syafei atas
dimuatnya ceritaku ini. Sebelumnya perkenalkan namaku Titien umur 26 tahun
dan bekerja di sebuah diskotek di bilangan Jakarta Barat. Suamiku Edi
bekerja di sebuah perusahaan pelayaran. Pengalaman sexku yang pertama
yaitu ketika aku merasakan malam pertama setelah selasai resepsi
pernikahanku. Mas Edi untuk ukuran orang Indonesia termasuk tampan.
Kuperhatikan wajahnya ada bulu halus di dagu masih baru dicukur dan
dadanya cukup bidang dengan tinggi badan berkisar 175 Cm, otot-ototnya
menonjol kuat. Setelah selasai mandi Mas Edi dengan santai duduk di
sebelahku sambil ikut mengawasi televisi yang remotenya masih di tanganku,
"Tien apakah kamu capai ?" tanya Mas Edi. Aku jawab tidak mas memangnya
ada apa.
Begitu aku berkata seperti itu tanpa babibu
ditariknya lepas Bhku sehingga susuku yang besar seolah melompat keluar
dadaku Mas Edi terkejut melihat besarnya susuku dengan warna kuning
langsat dengan bulatan kecil coklat tua kemerahan serta puting kecil
menantang mulutnya pun menuju putingku... kurasakan lidahnya lincah
membuat nafsuku memuncak, putingku semakin mengeras sesekali kurasakan
gigitan kecil giginya menggores putingku. Di atas perut kurasakan ada
benda yang membonggol mendesak hebat.
Bibirku terasa habis dilumat bibirnya,
sampai aku tak bisa bernafas, aku mulai berkeringat dan..... Tangan
kanannya mulai menuju ke arah vagina, diselipkan di antara pahaku, aku gak
kuat kupeluk dia dan dia semakin berani ditariknya rokku sampai terlepas,
ditarik perlahan celana dalamku sambil tersenyum dan dengan sigap
direnggangkannya kakiku sehingga dia dengan leluasa Mas Edi melihat
memekku yang padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek memekku
yang sudah basah. Dimasukkannya jari tengah sedangkan ibu jari dan
jempolnya membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klentitku
kaku......... dijilat dan disedotnya susuku sampai aku kegelian dan.....
kini kurasakan mulutnya sudah di atas memekku. Aku semakin geli lidahnya
menyapu bersih ruang dalam memekku yang basah sambil tangan kanannya ikut
membantu memainkan..... "Eeeeeeeh...... mas...... aduuuuuh..." aku
mengerang kegelian, tapi dia tidak perduli diteruskannya mempermainkan
klentitku. Aku sudah tak tahan, dengan berjongkok kududukkan Mas Edi dan
aku kaget melihat benda menggelantung tegak menghadap ke atas di sela
selangkangannya.
Dia hanya tersenyum memegang leher penis
dan digerak-gerakkan dengan tangannya, kudekati dan kupegang....
Alamak..... tanganku tak cukup melingkar pada penisnya dan panjangnya 2 cm
di bawah pusarnya. Aku geli dan takut melihatnya hitam... mendongak
seperti pisang ambon besarnya. Kutaksir panjangnya sekitar 19 Cm. "Kenapa
kog dilihatin seperti itu," tanyanya. "Eh... aku heran kog kayak gini
ya... cukup nggak ya ini lewat punyaku nanti." jawabku sambil tetap
memegangnya. Belum selesai aku melanjutkan omonganku disorongkan ujung
penisnya ke mulutku, dan... ehm.... mulutku tak muat menampung semua
penisnya ke dalam... kurasakan nikmat juga, selama ini aku tak pernah
seperti ini... Sedotanku keluar masuk penisnya menyembul tenggelem dalam
mulutku tangannya juga tidak diam menggapai semua bagian tubuhku yang
sensitif, aku semakin terangsang. Tak lupa pula bola penis dua buah
menjadi sasaran lidahku, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis
dan terus kuhisap sampai mulutku tak mampu lagi menahan besarnya penis Mas
Edi. Setelah puas aku mencium batang kemaluannya dan mulutku payah. "Tien
coba kamu ngadep belakang dan pegangi ujung sofa itu," perintahnya. Aku
tidak menolak kulakukan perintahnya tiba-tiba kurasakan penis Mas Edi
dipukul-pukulkan pada pantatku aku kegelian.
Diserudukkan penisnya ke memekku dari
belakang sulit sekali.. dia coba lagi dan gagal. "Aaaaaaah... seret sekali
ya kaloperawan," omongnya. Aku berbalik kubantu Mas Edi dengan mengelomohi
penisnya dengan ludahku tapi masih juga tidak berhasil menembus memekku.
Kulihat Mas Edi tidak kehilangan akaldiambilnya hand bodi dan dioleskan
pada penisnya yang besar dan... perlahan masuk pada vaginaku yang kecil,
kurasakan agak pedih. "Mas, udah ah... nggak bisa masuk lho... terlalu
besar sih," pintaku. "Sebentar... tahan dulu ya... ini udah nyampai
sepertiga lho," jawabnya sambil didesaknya vaginaku dengan penis dan...
sreeet... sret... sreeeeetttttt. "Aaaaaauuuuuu..." aku menjerit kurasakan
penis mas Edi terasa tembus ke kerongkonganku, digerak-gerakan pantatnya
aku kegelian... akhirnya banjir juga vaginaku dan kurasakan kenikmatan
saat penis mas Edi maju mundur di ruang vaginaku. Sesekali pantatku
ditepuknya untuk menambah semangatku menggenjot penisnya, susuku dibiarkan
bergelantungan bergerak bebas sementara tangan mas Edi sibuk memegang
pinggulku memaju mundurkan pantatku. Saat penis masuk badanku terasa
tertusuk geli tak karuan. Sesekali juga mas Edi menciumi punggungku sambil
penisnya terus bergerak keluar masuk memekku. Aku juga berusaha dengan
menggerakkan pantatku kiri kanan dan penis mas Edi seakan terjepit dia pun
mengerang kuat.
Dipegangnya susuku kuat-kuat dan ditarik
masukkan penis besar tersebut berulang sampai aku kelelahan.
"Aaaahhhhhh.....Tien... aku mau keluar nih......" erangnya menyatakan
bahwa air maninya akan tumpah. Kupercepat menggoyang pantat karena aku tak
mau menyia-nyiakan keadaan ini aku ingin kepuasan
maksimal......Dan........ Aaaaaaaahhhhhhhhh...... Sreeeeet....
Sreeetttt... sreet..... Kurasakan ada aliran hangat menyemprot vaginaku
dan terasa penuh.... Mas Edi masih mengerang hebat aku gigit dadanya
sekali lagi sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yang tiada
taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa
ketegangan di penis mas Edi. Setelah itu kami pun terkulai lemas dan tidur
sambil penis mas Edi masih menancap di memekku. Begitulah hampir selama 2
minggu kami melakukan hubungan sex dan tiba saatnya ketika mas Edi harus
berlayar karena masa cutinya sudah habis. Aku mengantar kepergian suamiku
sampai di pelabuhan dengan ditemani anjingku Bleki.
Selama 1 minggu ditinggal mas Edi aku masih
bertahan untuk tidak melakukan keinginan sexku yang tinggi dengan orang
lain. Namun memasuki minggu-minggu ke 2 aku sudah bingung dan perasaanku
tidak menentu. Akhirnya aku hanya membayangkan aku sedang ngentot dengan
mas Edi sambil tanganku memainkan itilku atau memasukkan pulpen ke
memekku. Kira-kira ada sekitar 2 bulan aku melakukan hal seperti itu. Dan
seterusnya hari-hariku hanya ditemani oleh Bleki anjingku, yang setiap
hari mengikutiku kemana aku pergi. Suatu malam ketika aku sedang bercanda
dengan Bleki iseng-iseng aku mainin penisnya bleki. Mulanya jijik juga
tapi lama kelamaan kok biasa, sambil aku tidurin si Bleki aku elus-elus
penis si Bleki dan sesekali aku jilati penisnya. Kemudian aku buka kaosku
dan bhku dan aku sodorkan tetekku ke moncongnya si Bleki. Rupanya Bleki
tanggap juga dia julurkan lidah dia kemudian dia jilat pentilku.
"Ssshhhhhh…ohh Bleki …terus sayang ahhh," aku mengerang kegelian.
Aku copot sekalian Cdku dan aku masukkan
jari tengahku ke dalam vaginaku…… ahhh… sshhhhhh………. aku mulai mendesah
menahan nikmat. Sementara bleki masih sibuk melumat pentilku, kemudian aku
ambil susu kaleng Bendera yang ada di deket meja. Aku tumpahkan isinya di
sekitar memekku. Ternyata Bleki mengerti apa yang aku maksud lidah dia
langsung menjilati susu yang sengaja aku tumpahkan ke memekku. Dan
srrrettt…..sreettttt aku merasa air santanku keluar…. ahhhhhhh Bleki
sayang……… kemudian aku gulingkan dia sehingga aku di atas dia kemudian aku
hisap penisnya Bleki dan Bleki masih tetep menjilati memekku. Ternyata
kontolnya Bleki kalo sedang tegang besar juga meskipun tidak sebesar penis
suamiku. Dan ehhh….. ahhhh… sshhhh… serrrr dengkulku serasa mau copot
ketika lidah Bleki tiba-tiba menerobos liang vaginaku…… Bleki.. kamu..
ahhhhh…. terus bleki lebih dalam…. ahhhhhh. Ssserr… serrrr… srettt… air
santanku keluar lagi dan aku merasakan bahwa lidah Bleki benar benar telah
masuk semua serasa masuk ke dalam rahimku dan liang vaginaku seperti
dikucek-kucek oleh benda yang lunak.
Dan Bleki seperti layaknya manusia dia
melahap habis semua cairan maniku yang sudah campur aduk dengan susu.
Karena sudah tidak sabar lagi kemudian aku langsung nungging di atas
Bleki. Langsung aja aku masukkan penis Bleki ke liang vaginaku. Ssshhh…
ahhhhhh oohhhh.. aku oleskan kepala penis Bleki di sekitar itilku. Dan..
jleb… penis Bleki masuk semua ke memekku. Auuhhhh… Bleki…. kontolmu kok
membesar di dalam… aahhh… Bleki… ssshhh…. aku merintih keenakan karena
tidak aku sangka penis Bleki begitu aku masukkan ke dalam memekku
kepalanya langsung mekar laksana penis kuda. Agak kerepotan juga aku
menggenjot pantatku keluar masuk penis Bleki. Sambil aku gerakkan pantatku
ke atas ke bawah lidah Bleki tiba-tiba menyambar tetekku.
Aku berikan tetekku ke Bleki dan tak lupa
aku lumuri dengan susu kental. Diputarnya pentilku oleh lidah Bleki
kemudian dijilat hampir semua bagian toketku dan ssseeeerrr….
oohhhh….sreettttt… aku menggelinjang hebat maniku keluar lagi entah yang
keberapa kali, Bleekiiii akkuu mauu kellluarr lagii…. air santanku sudah
bukan main banyaknya keluar dari liang memekku. Kemudian aku rasakan penis
Bleki berdenyut-denyut dan sesaat kemudian aku merasakan di liang dan
rahim peranakanku penuh dengan cairan kental yang panas ( melebihi
panasnya mani suamiku ). Aarrgghhhhh…… hanya itu yang terdengar dari
erangan mulut Bleki.
Dan herannya meskipun Bleki sudah keluar
tapi penisnya masih besar juga… kemudian aku mainkan lagi pantatku naik
turun dan ternyata Bleki masih bereaksi juga. Kemudian aku cabut penis
Bleki dan aku tunggingin pantatku ke Bleki, ternyata Bleki bener-bener
tahu dengan maksudku entah dia sering melihat aku dengan mas Edi melakukan
senggama atau tidak akupun kurang tau yang jelas sekarang aku benar-benar
melakukan gaya doggy-style dengan seekor anjing. Karena batang penis Bleki
lumayan panjang maka dengan mudah penis dia masuk ke memekku. Aahhhh…..
ohhhhh…. sssshhhhhh… terus Bleki.. terus Bleki kocok yang kenceng….. ya
begitu.. lebih kencang lagi Bleki… ahhh… sshhhhhh…ahhhhh… aku benar-benar
sudah merasa dirasuki oleh nafsu setan.
Mungkin karena badan Bleki yang kecil maka
dengan cepat pula dia mengocok kontolnya seolah-olah dia tahu keinginan
majikannya. Tidak sampai 15 menit aku merasakan seakan-akan tulangku
sperti dilolosi…. seeerrr….srrettttt…. bleki aku keluar…. hhhhhhh….
sshhhh….. oh Bleki, dan aaarggghhh ternyata Bleki sudah mencapai klimaknya
juga dan ccrott… ccrrrootttt……. ccrreettttttt air maninya Bleki tumpah
sampai ke pantatku. Kemudian aku baringkan badanku dan aku kangkangkan
kedua pahaku dan aku biarkan Bleki menjilati vaginaku. Demikianlah
ceritaku dan aku bagi dengan temen-temen yang suka membaca cerita ngerest
dari Merdeka! |