|
ASIH PEMBANTUKU
Waktu itu gue masih berumur 18-an dan
sedang senang-senangnya dengan segala sesuatu hal yang berbau seks, gue
sering ngeliat majalah-majalah porno, baca cerita porno juga ngeliat BF.
Waktu itu gue udah ingin banget berhubungan seks tapi gue belum juga
berani, akhirnya gue cuma seringan onani kalau birahi gue sedang naik dan
tak tertahankan.
D i rumah gue ada pembantu
baru namanya Asih. Dia seorang cewek yang kawin muda (17 tahun) dan
menjadi janda setengah tahun kemudian karena ditinggal pergi suaminya
entah kemana, dan dia kemudian menjadi pembantu di rumah gue. Asih
orangnya bersih, tinggi sedang dan ya ampun payudara besar sekali deh, gue
sering iseng ngintip pas dia sedang mandi.
W aktu itu malem minggu dan
gue pulang kemalaman, biasanya kalau pulang larut malam gue masuk lewat
pintu belakang yang sengaja tidak gue kunci biar dapat langsung masuk dari
sana tanpa ketok-ketok pintu dulu. Pelan-pelan saya berjalan menuju pintu
belakang yang langsung terhubung ke gudang, ketika sampai depan pintu gue
mendengar suara desahan-desahan, gue mengurungkan niat untuk membuka pintu
dan berusaha mencari tahu suara siapa itu. Gue mengintip dari jendela nako
yang agak terbuka, gue melihat Asih pembantu gue sedang duduk setengah
tiduran di atas meja dengan posisi mengangkang dan rok yang tersingkap dia
sedang mengusap-usap vaginanya dengan tangannya sendiri gue tertegun
karena baru kali ini gue melihat vagina secara jelas gue dapat melihat
dengan jelas karena lampu di ruangan itu dibiarkan menyala.. Kulihat Asih
pembantu gue asyik meraba-raba vaginanya sendiri sambil mendesah-desah
keenakan, kulihat vaginanya yang berwarna merah kehitam-hitaman sudah
basah sekali dan sesekali Asih memasukkan jarinya ke lubangnya sendiri.
M elihat adegan seperti itu
berahi gue naik dan kontol gue pun mulai mengeras, terpikir olehku untuk
masuk ke gudang dan ikut adegan itu tapi gue tidak berani sehingga gue
hanya melihat adegan per adegan dari balik jendela. Desahan-desahan Asih
semakin sering seiring dengan makin cepatnya tanggannya mengusap-usap
vagina. Tiba-tiba ada suara barang jatuh sehingga gue sangat terkejut
begitu juga Asih dia langsung menghentikan kegiatannya dan menutup roknya
yang tersingkap. Asih turun dari meja dan berusaha mencari tahu suara apa
itu, karena takut ketahuan gue langsung sembunyi di balik tong yang ada di
kiri pintu gudang. Tiba-tiba kudengar suara Asih mengertak pelahan
kemudian suara kucing keluar dari jendela nako tempat gue tadi mengintip,
rupanya suara tadi adalah suara kucing yang menjatuhkan sesuatu dan
sekarang kucing itu diusir oleh Asih. Dalam keadaan masih setengah
terkejut saya keluar dari persembunyian dan berjalan mendekati pintu,
sesampai didepan pintu kepikir olehku apakah Asih akan meneruskan
permainannya ? Guepun mengurungkan niat membuka pintu dan mendekati
jendela untuk mengintip lagi, untung jendelanya tidak ditutup oleh Asih.
G ue lihat sepi sekali
didalam gue pikir Asih menghentikan apa yang dilakukannya, tapi beberapa
saat tampak Asih berjalan mendekati meja dengan membawa sesuatu, dia
kembali duduk setengah tiduran di atas meja dan mulai menyingkapkan roknya
sehingga tampak jembutnya yang hitam mengkilap, dia menyibakkan jembutnya
yang sangat lebat itu sehingga tampaklah bibir vaginanya yang merah
kehitam-hitaman dan mulailah dia mengusap-usap vaginanya yang mulai tampak
agak basah sesekali dia memasukkan jari tengahnya sambil mengerang
keenakan. Beberapa saat kemudian tampak dia mengambil benda yang dibawanya
tadi, ternyata sebuah mentimun yang berukuran sedang dan Asih berusaha
memasukkan mentimun itu kedalam vaginanya. Setelah masuk separo dia
mengerakkan mentimun itu keluar masuk vaginanya sambil tangan kirinya
meremas-remas payudara kirinya yang besar. Gue tegang sekali melihat
adegan itu dan kontol gue juga berontak dalam celana yang sempit, sambil
melihat itu semua tanpa sadar tangan kiriku mengusap-usap kontolku
sendiri, tampak di dalam Asih masih asyik mengerakkan mentimun itu
sesekali dia merapatkan kedua kakinya sehingga mentimun itu terjepit
vaginanya dan dia mengaduh keenakan. Karena saking tegangnya akhirnya mani
gue keluar seiiring dengan makin cepatnya Asih menggerakkan mentimun itu
keluar masuk dan diakhiri dengan didorongnya mentimun itu dalam-dalam, gue
juga nggak bisa nahan mani gue yang akhirnya tumpah di dalam celana, dan
guepun terduduk lemes di bawah jendela tempat gue ngintip. Tak lama
kemudian Asih juga mengakhiri kegiatannya dan kembali masuk ke dalam
kamarnya di dekat dapur. Beberapa saat kemudian gue juga masuk dalam
keadaan celana yang basah oleh air maniku sendiri.
B eberapa saat kemudian gue
beranjak masuk menuju kamar gue, pas lewat depan kamar Asih gue berjalan
pelahan-lahan tak gue dengar suara apapun kemungkinan Asih udah tidur. Pas
dikamar langsung gue lepasin semua celana gue maka kontol guepun menjuntai
keluar, pelan-pelan kuusap-usap kepala kontol gue dengan mempergunakan
tangan kanan yang dibasahi dengan body lotion tampak kepala kontol gue
pelan-pelan mulai membesar dan mengeras tangan kiri gue memegang batang
kemaluan gue erat-erat sehingga kepala kontol gue makin membesar dan
berwarna kemerah-merahan. Kepala kontol yang telah membesar itu
kuusap-usap terus sehingga ukurannya sampai satu setengah kali batang
kontolnya, sesekali gue usap-usap lubangnya sehingga rasanya serrr.. bukan
main nikmatnya sambil membayang-bayangkan vagina Asih. Gue berpikir gimana
kalo kontol gue yang bagus ini gue masukkan ke vaginanya Asih sambil
membayang-bayangkan adegan barusan. Hasratku makin memuncak dan makin lama
gue merasakan sesuatu akan terdorong keluar dari kontolku dan kepala
kontol itu akhirnya gue genggam erat-erat dan croot……. mani guepun keluar
menyemprot dengan diiringi rasa nikmat yang luar biasa dan seluruh tubuh
gue tergetar luar biasa. Akhirnya hue tertidur kelemesen habis ngocok
dengan tubuh masih telanjang.
P aginya aku terbangun
karena pintu telah digedor-gedor babe gue, wah sialan hari sudah beranjak
siang cepat-cepat aku berpakaian dan membukakan pintu, tampak babe gue
udah dandan rapi, ternyata babe ama mama gue mau pergi kondangan dan gue
ditinggalin sendirian dirumah, ya udah gue kembali masuk ke kamar dan
tidur-tiduran didalam kamar. Sambil tiduran gue usap-usap kontol gue
ketika teringat adegan Asih tadi malam tak lama kemudian kontol gue udah
ngaceng ingin rasanya gue nidurin Asih tapi gimana caranya
?
S edang asyik-asyiknya
ngelamun tiba-tiba pintu kamar gue diketok seseorang, ternyata Asih yang
menawarkan sarapan untuk gue, langsung saja ada ide terlintas di kepala
dan kemudian pintu kubuka dan Asih yang ada di depan pintu langsung gue
seret masuk ke dalam kamar, Asih berusaha berontak tapi karena kerasnya
gue menyeretnya dia terjatuh di tempat tidur gue langsung saja dia gue
tindih dan karena dia mengenakan rok tangan gue langsung masuk ke dalamnya
dan meremas-remas vaginanya. Asih merintih kesakitan karena payudaranya
juga gue remas dengan tangan kiri.
Dalam rintihannya Asih mohon jangan diremas-remas
vaginanya "pelan-pelan dong mas, diusap-usap aja ?" begitu katanya kontan
tanganku berubah mengusap-usap vaginanya dari balik celana dan otomatis
Asih berhenti merintih malah dia berkata "tutup dulu pintunya dong mas
nanti kalau ada yang ngeliat gimana ?" dengan kaki kututup pintu kamarku
sambil terus mengusap-usap vagina Asih yang membukit dan karena tangan
kiriku meraba-raba payudara Asih hanya dari luar pakaian maka akhirnya
kulepas kancing-kancing pakaian Asih sehingga tampak payudaranya yang
terbungkus BH putih dan menantang, karena terburu-buru aku kesulitan
melepas BH-nya kedua tanganku merogoh ke belakang berusaha mencari kancing
BH itu tapi tidak juga ketemu akhirnya Asih memberitahu kalau BH yang
sedang dipakainya kancingnya ada di depan, akhirnya berhasil juga kulepas
BH-nya dan tampak olehku sepasang payudara yang putih montok dan putting
yang coklat kehitam-hitaman tanpa basa-basi kukecup putting yang sebelah
kanan dan tangan kiriku mempermainkan putting yang sebelah kiri Asihpun
terdengar mengaduh keenakan kuhisap-isap terus putingnya sambil sesekali
kugigit pelahan dengan bibirku. Kemudian tangan kananku kembali
mengusap-usap vaginanya yang kini sudah mulai basah hingga ke celana
dalamnya, kemudian kulepas celana warna krem itu sehingga tanganku bebas
meraba-raba semua bagian vaginanya. "Berhenti dulu mas, roknya dilepas
saja sekalian biar lebih leluasa" kata Asih disela-sela rintihannya. Gue
lepas roknya dan gue singkirkan semua pakaiannya sehingga tampak Asih
terbaring telanjang di ranjang gue, meskipun dia orang desa tetapi tampak
tubuhnya terawat dengan baik hal itu terlihat pada kulitnya yang putih
muluh dan halus.
Guepun melepas semua pakaian yang gue kenakan dan kembali
meraba-raba Asih "mas, Asih boleh pegang kontol mas nggak" pinta Asih
tentu saja gue iyakan maka tanpa tanya-tanya lagi Asih langsung mengenggam
batang kemaluan gue. Waktu itu vagina Asih udah sangat basah hingga
jari-jari gue dapat dengan mudahnya meluncur masuk ke liangnya dan Asihpun
menjerit kecil. Saya masukkan jari gue dalam-dalam, dalam hati gue
berbisik aduh kok lubangnya nggak begitu dalam hal itu dapat gue rasakan
karena saat jariku kumasukkan dalam-dalam terasa olehku dasar vaginanya
dan ditengahnya ada tonjolan daging kecil sebesar penghapus di ujung
pensil, ketika gue sentuh-sentuh daging itu pinggang asih bergoyang-goyang
seakan menghindarinya tapi tetep aja tersentuh soalnya jari gue tetep
nggak lepas dari vaginanya, semakin gue tekan-tekan dasar vaginanya asih
makin menjerit-jerit keenakan. "mas kontol mas aja yang dimasukin ke
lubang biar tambah enak" pinta Asih lagi kemudian gue ambil posisi
menindih Asih dengan kontol masih ada dalam genggaman Asih gue menindih
tubuh Asih pelan-pelan Asih memasukkan kontol gue ke vaginanya dengan
tangan kanan dan ya ampun nikmatnya baru kali ini kontol gue masuk ke
dalam vagina, Asihpun mendesah keenakan. "mas, masukin terus ya" kata
Asih dan kudorong pantat gue sehingga kontol gue amblas masuk ke dalam
vagina Asih tapi sepertinya vagina asih memeang nggak begitu dalam jadi
kontolku tak semuanya bisa masuk. "Digoyang dong mas, biar tambah enak"
kata Asih maka pelan-pelan kugoyang pantat gue memutar, gerakan gue masih
kaku karena baru kali ini gue berhubungan seks, gue hanya mencontoh
gerakan dari BF yang sering gue tonton. Setelah beberapa saat gue
bergoyang memutar kemudian kutarik kontol gue dan kugerakkan keluar masuk.
"aaaahh......eeenaaaak masss.…. terus dong……" Asih mendesah keenakan.
Mungkin karena baru pertama kali tak lama kemudian aku udah ngerasa mau
keluar, dan gue berbisik " sih gue udah mau keluar nih " "Sebentar lagi
mas gue juga udah ingin keluar nih" kugerakkan terus kontolku keluar
masuk, tiba-tiba Asih menjerit kecil sambil menarik pantatku sehingga
kontolku amblas masuk ke dalam "Asih keluar mas" rintih Asih. Dan kemudian
croot.. manikupun juga keluar wah rasanya seperti diawang-awang deh.
Sambil merasakan enaknya vagina asih gue juga meremas-remas kedua susunya,
saat uitu gue rasakan vagina asih yang berdenyut-denyut sehingga kontol
gue seperti diremas-remas hal ini berlangsung beberapa saat sampai asih
kemudian mengeluarkan kontol gue dan meremas-remasnya sehingga rasanya
sampai ke ubun-ubun. Kemudian Asih menciumi bibirku sambil
berkata "Makasih mas kontol mas enak sekali gede lagi" "Enakan mana
sama mentimun tadi malam ? goda gue "ah.. mas kok tahu ngintip ya ?
jelas enak punyanya mas, kan kontol mas bisa bergerak-gerak anget lagi
kalau mentimun sudah harus digerakkan, dingin lagi" " makanya kalau
besok ingin, ngajak mas aja ya jangan pakai mentimun lagi" "ah mas "
S etelah itu gue sering bersenggama dengan
Asih, kami melakukannya tengah malam dikamar Asih atau di kamar gue,
sesekali kita melakukannya di gudang atau di kamar mandi. Dan kita berdua
menggunakan kode mentimun kalau ingin melakukannya, misalnya "Sih kamu
ingin mentimun nggak ? gitu kalau gue mengajaknya atau "Mas nanti malam
minta mentimun ya" kalau Asih yang mengajak |
|